Pameran Seni Daya Hidup : Bangkitnya Seni di Ruang Sulit

Tema DAYA HIDUP dipilih karena ini yang paling mewakili semangat pantang menyerah para seniman di tengah pergulatan hidup yang sulit di masa pandemi ini. Ketika pasar seni lesu terdampak Covid-19, seniman terus berkarya dalam segala keterbatasan, terus menebarkan inspirasi, terlepas ada atau tidaknya penjualan. Sebuah komitmen hidup yang tidak mudah. Maka pameran ini hadir untuk mengapresiasi energi murni yang sebenarnya ada dalam setiap mahkluk, energi yang mendorong kita untuk terus maju, bukan sekedar bertahan hidup melainkan juga berkembang melampui kesulitan-kesulitan yang menghadang. Energi yang tak lain kami sebut sebagai DAYA HIDUP.

Pameran yang dikuratori oleh Hari Prajitno, menampilkan 42 buah karya seni dari 26 seniman terpilih dari berbagai usia, baik seniman mapan maupun seniman muda, karena pada dasarnya semangat DAYA HIDUP adalah milik semua. Para seniman yang berpartisipasi di pameran ini adalah Agusti, Ali Efendi, Anjastama HP, AT Sitompul, Bestrizal Besta, Budi Ubrux, Diana Puspita Putri, Digie Sigit, Dipo Andy, Dodi Irwandi, Fatoni Makturodi, Gusmen Hariadi, Handiwirman Saputra, I Putu Adi Suanjaya (Kencut), Joko Sulistiono, Jumaldi Alfi, Justian Jafin Wibisono, Klowor Waldiyono, M Fadhlil Abdi, Nurohman, Oktaviyani, Ong Hari Wahyu, Ostheo Andre, Septian Adi Perdana, Sri Lestari Pujihastuti, dan Ugo Untoro.

Selama pameran berlangsung, penikmat seni bisa datang berkunjung ke MDTL dengan jam kunjung mulai pukul 10.00 – 17.00 WIB, tentunya dengan mengikuti protokol kesehatan. Bagi mereka yang tidak bisa hadir, bisa mengikuti update NOM di sosial media, beserta beberapa video Artist Talks yang akan diunggah disana. Selain itu pengunjung bisa mengunduh katalog pameran, menikmati foto dan video pameran, dan juga berinteraksi dengan pihak NOM Management di website resmi NOM Management.(*)

BERITA REKOMENDASI