Pendhapa Art Space, Ruang Seni – Budaya Membangun Jaringan

YOGYA dikenal sebagai kota visual art. Banyak perupa ternama baik di level nasional maupun internasional yang tinggal di Yogya. Dan kita lihat pula hampir setiap minggu selalu ada pameran seni rupa yang membawa nama harum Yogya.

Namun, adakah perhatian yang memadai dari pemerintah kepada kiprah para seniman? Seolah para seniman ini dibiarkan hidup sendiri. Padahal para seniman di Yogya inj merupakan asset yang potensial. Sementara di sisi seniman sendiri, meski dari ide-ide untuk berkarya luar biasa, namun hanya sebagian kecil saja yang memahami manajemen.

Inilah yang kemudian membuat pematung ternama di Yogya, Dunadi, membamgun 'Pendhapa Art Space' yang terletak di ring road selatan – sisi timur perempatan ring road jalan Bantul. "Niat saya adalah membuat ruang yang saya dedikasikan untuk dunia seni dan masyarakat lokal maupun internasional," ungkap Dunadi, lulusan ISI Yogya pada tahun 1988.

Dunadi bertutur, Pendhapa Art Space yang kini dikelola oleh anaknya, Ganes, diharapkan menjadi salah satu ruang dari banyak ruang-ruang alternatif seni di Yogya menjadi tempat berkumpul, bertemu, berdiskusi dan saling berbagi pengetahuan seni serta budaya baik lewat pertunjukan maupun pameran.

Dunadi menegaskan, Pendhapa Art Space ini akan diupayakan punya aktivitas sepanjang hari. Dan kini, anaknya, Ganes, tengah merancang calendar event. Awal Mei ini, tepatnya Sabtu (6/5) malam, diadakan pameran lukisan 27 perupa realis, di antaranya Hari Budiono, Budi Ubrux, Totok Buchori, Ivan Sagita, Melodia, Bambang Herras dan Dunadi sendiri dengan kurator Suwarno Wisetrotomo. 

Pameran ini menandai diresmikan ruang baru Pendhapa Art Space yang berada di lantai atas. Pameran ini dibuka oleh  Iwan Kurniawan Lukminto, Vice President PT Sritex Solo. "Pameran ini juga sekaligus sebagai ajang silaturahmi para seniman dan juga membina link atau jaringan," ungkap Dunadi.

Selama ini, Pendhapa yang dibangun sejak dibangun 2006 dan mulai dibuka untuk umum pada 2011 dan menjadi Art Space pada 2012, telah banyak kegiatan. Beberapa kali di ruang depan diselenggarakan pementasan-pementasan wayang kulit, misalnya. Kemudian akhir Maret lalu dipakai Garin Nugroho (sineas) untuk mementaskan karyanya 'Pager Bumi,Jalan Menuju Sunyi'. Namun perkembangannya, Pendhapa Art Space lebih diintensifkan dengan membuka ruang untuk pameran seni rupa. Bahkan tahun depan akan dbangun 15 kamar di halaman tengah yang dilengkapi pula dengan panggung terbuka.

"Para tamu bisa menginap di sini dan bisa bertemu serta berdialog dengan para seniman. Mereka juga bisa berkarya membuat kerajinan, misalnya,," tutur Dunadi lagi. (*)

BERITA REKOMENDASI