Pentas Drama Kolosal di Halaman SMA MUHI Yogya

SUASANA tenang sebuah desa di wilayah Jawa Tengah, tiba-tiba gempar oleh serangan serdadu Jepang. Rakyat yang sedang melakukan berbagai kegiatan rutin, termasuk anak-anak yang tengah asyik bermain, ketakutan.

Mereka histeris, berusaha menyelamatkan diri. Namun apalah daya, warga yang tak berbekal senjata dan tak menduga, akhirnya takluk di depan para serdadu Jepang. Sebagian warga dibunuh. Sebagian warga laki-laki dewasa yang diculik, dijadikan budak atau tenaga romusa.
Warga lain yang lolos pun tak bisa berbuat apa-apa. Istri dan anak menangis, meratapi kepergian suami dan ayahnya. Orangtua yang selamat juga sangat sedih karena kehilangan anak gadisnya. Penderitaan masyarakat terus berlangsung selama Jepang menduduki desa tersebut. Selang 3,5 tahun kemudian, warga mendengar kabar menggembirakan, bahwa bom atom telah dijatuhkan di kota Hirosima dan Nagasaki Jepang.

Bom itulah akhirnya menjadi kelemahan tentara Jepang, sehingga rakyat desa tersebut berani dan bangkit untuk membebaskan diri dari penjajahan jepang. Perang sengit pun terjadi yang akhirnya dimenangkan oleh rakyat Indonesia. Warga desa tersebut bisa tenang hingga Kemerdekaan RI diproklamasikan tahun 1945.

Itulah peristiwa di zaman penjajahan Jepang yang divisualisasikan lewat drama kolosal oleh kelompok kesenian 'Mustikaning Pertiwi', Bangirejo, Karangwaru, Yogyakarta. Drama ini disajikan menjelang pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan HUT ke-71 Proklamasi Kemerdekaan RI di halaman SMA Muhammadiyah 1 (Muhi) Yogyakarta, Rabu (17/08/2016).
Layaknya pertunjukkan besar, drama berjudul 'Rawe-rawe Rantas, Malang-malang Putung' ini pun berjalan cukup sempurna. Disaksikan ratusan peserta upacara yang terdiri dari pelajar SD, SMP, SMA, pamong guru, pamong kelurahan dan kecamatan serta masyarakat umum.

Dijelaskan koordinator Mustikaning Pertiwi, Nanik Subagyo (73), karena mengangkat kondisi pada zaman penjajahan Jepang, maka setting disesuaikan. Tujuannya untuk membawa imajinasi penonton dan mencapai sudut pandang artistik yang memadai. Karena itu, persiapan konsep termasuk latihan dimaksimalkan selama 2 minggu. (R-1)

 

BERITA REKOMENDASI