Prof Suminto: Pohon Kebudayaan Harus ‘Diurip-urip’

Menurut Suminto, pohon kebudayaan yang sudah ditambur, kemudian tumbuh dan menjadi rimbun, jangan hanya diuri-uri. “Pohon kebudayaan yang ditabur oleh mendiang Mas Iman Budhi Santosa jangan hanya diuri-uri, tetapi harus diurip-urip, dipelihara agar tumbuh subur dan terus berkembang,” kata Guru Besar Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Dijelaskan Suminto, ngurip-urip itu memang tugas berat. Untuk itu pentingnya ‘patembayatan’, persaudaraan dan kebersamaan untuk menjaga pohon kebudayaan.

Dalam pengamatan Suminto, kita itu cenderung mengedepankan egoisme sektoral. “Yogya jangan ikut-ikutan dan kehilangan kesadaran kolektif. Itu penting sekali untuk dingat-ingat,” tandasnya.

BERITA REKOMENDASI