Religi Fanten Ramaikan Halmahera Tengah

WEDA, KRJOGJA.com – Kabupaten Halmahera Tengah terus membangun sektor pariwisata. Berbagai kegiatan digelar. Salah satunya Festival Budaya Islami Fanten Fagogoru 2018. Event ini digelar di Patani, Halmahera Tengah, 4-5 Desember 2018. Fanten adalah bagian dari Festival Fagogoru yang berlangsung sejak Oktober lalu.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Halmahera Tengah, Mohammad Adam, Fanten adalah budaya masyarakat yang telah dilakukan secara turun temurun. Budaya tersebut kemudian dikemas sebagai atraksi wisata.

“Fanten adalah kegiatan yang telah melekat di masyarakat Halmahera Tengah. Khususnya bagi masyarakat di Weda dan Patani, juga Maba Oleh karena itu penyelenggaraannya selalu berpindah. Tahun ini, Patani yang kebagian menjadi tuan rumah,” terang Adam dalam bincang-bincang santai, Senin (3/12).

Fanten sendiri, kata Mohammad Adam adalah kegiatan keagamaan. Yaitu ungkapan rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW, atau Maulid Nabi Muhammad SAW.
"Fanten adalah kegiatan zikir semalam suntuk yang dilakukan masyarakat untuk merayakan hari lahir Nabi Muhammad SAW. Inilah bentuk ucapan syukur yang telah mereka lakukan sejak bertahun-tahun lalu. Tradisi yang terus dipertahankan,” tutur Adam.

Dalam perayaan Fanten, masyarakat secara bergantian memberi, membagikan dan menyajikan makanan kepada mereka yang melakukan zikir. Namun, makanan itu tetap untuk disantap secara bersama-sama.

Masyarakat kemudian memaknai Fanten sebagai sebuah perayaan yang bermakna saling memberi tanpa pamrih. Tujuannya, untuk memupuk rasa persaudaraan antara sesama masyarakat Gam Range atau tiga negeri. Ketiga negeri yang dimaksud adalah daerah Weda, Patani, dan Maba.

Fanten juga dipadukan dengan atraksi atrak budaya lain. Seperti tarian cokaiba lalayon. Acara diawali dengan memiyen atau wao pada 21 November lalu. Atau, bertepatan dengan bulan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. (*)

BERITA REKOMENDASI