Sadranan Kali Sidandang Potensi untuk Even Pariwisata

AWAN putih terbang diterpa angin dan matahari mulai menyinari bumi saat petani kopi dan tembakau di DesaTlahab Kecamatan Kledung Temanggung menggelar upacara adat ritual Sadranan Kali Sidandang sebagai wujud syukur atas segala karunia yang diberian Tuhan Yang Maha Esa, Jumat (11/11/2016).

Tiap keluarga membawa tenong berisi nasi, ingkung ayam kampung, aneka sayur dan buah serta jajan pasar menuju lokasi ritual, di sumber mata air Sidandang yang berada tidak jauh dari pemukiman. Tua muda, kakek dan nenek tumpah ruah memadati  lokasi ritual. Setelah dirasa semua warga datang semua, seorang tokoh agama setempat pun memulai memimpin ritual dengan memanjatkan doa-doa.

Usai berdoa, tanpa dikomando, tenong dibuka. Satu persatu  isinya dikeluarkan untuk selanjutnya makan bersama. Tidak sedikit yang tukar menukar isi, seperti lauk, buah dan jajan pasar, sebagai bukti kebersamaan, rasa senasib sepenanggungan dan kekeluargaa, serta kerukunan.

Kaur Kesra Desa Setempat Alif Misiyat mengatakan menjadi tradisi ritual dilakukan pada pagi hari begitu matahari terbit. Makanya warga mulai memadati lokasi ritual setelah salat subuh. "Ritual desa ini sudah berlangsung sejak ratusan tahun silam dan digelar pagi hari. Kami tidak berani meninggalkannya,” ungkap dia.

Dia mengatakan selain ungkapan rasa syukur sadranan  juga untuk mendoakan pendiri desa setempat yakni Kiai Jogorekso. Tidak hanya itu, nyadran ini juga untuk mengingatkan kepada warga agar bisa menyatu dengan alam, ikut menjaga dan melestarikan alam dan lingkungan.

Kepala Desa setempat Irwan mengatakan ritual nyadran telah menjadi tradisi dan menjadi agenda tahunan yang wajib dilaksanakan paska panen raya tembakau. Buruknya panen hasil panen diharapkan tidak menjadi alasan tidak mengeluarkan sesajian pada ritual.  Namun kalau toh ada itu tidak menjadi permasalahan.

"Dikemukakan pergelaran wayang kulit juga akan digelar selama dua malam dan dua malam dan hari. Wayang kulit ini adalah bagian dari tadisi itu,” tuturnya.

Kedepan lanjutnya, tradisi nyadran ini akan dijadikan sebagai salah satu daya tarik wisata. Wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara bisa terjun langsung mengikuti prosesi nyadran kali ini. Selain prosesi ritual menjual untuk paket wisata, pemandangan di lokasi ritual juga sangat baik." Harapannya dengan dijadikannya tradisi ini sebagai daya tarik wisata, bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke desa ini,” harapnya. (Osy)   

 

BERITA REKOMENDASI