Selain untuk Pariwisata, Tradisi Nguras Sendang Jelang Kirab Tetap Dilestarikan

BANTUL,KRJOGJA.com – Sejumlah terbosan ditempuh  untuk mendongkarak kunjungan wisatawan di Kompleks makam Kerajaan Mataram Islam di Kota Gede. Salah satunya adalah tradisi nguras Sendang Seliran yang dikemas dalam pekat kirab budaya akhir pekan ini, Minggu (8/4/2017). Tradisi itu sebelumnya dilakukan abdi dalem yang selesai menggelar grebeg maulid di Kraton Yogyakarta. Dalam perjalanan pulang, abdi dalem ini datang ke kompleks makam dan memberi makan ikan-ikan. Setelah itu kedua sendang dikuras atau masyarakat sekitar menyebut dengan istilah ditawu.

“Sejak 2009 yang lalu, tradisi itu kemudian dikemas dengan konsep pawai membawa gunungan sebelum nguras,” ujar RT Pudjodipuro salah satu panitia acara, Rabu (5/4/2017).

Dijelaskan, nguras Sendang Seliran biasanya mengambil waktu di hari minggu, selain Minggu Wage dan Pon dalam penanggalan Jawa. Penanggalan Wage tidak dipilih lantaran bertepatan dengan hari pasaran Pasar Kotagede. Sedangkan penanggalan Pon merupakan hari wafatnya Panembahan Senopati. Dalam kirab budaya itu dilakukan dua kali, khusus Sabtu sore gunungan diantarkan dari Kompleks Makam menuju Balai Desa Jagalan Bantul. Kemudian Minggu (8/4/2017) dilakukan kirab dari Balai Desa Jagalan menuju makam.

Sendang Seliran berada dalam satu komplek Masjid Agung Kotagede, tepatnya berada di samping selatan masjid mengapit makam Panembahan Senopati. Hal ini lah alasan sebagian masyarakat yang percaya bahwa air sendang mengandung kewibawaan Panembahan Senopati tersebut. “Dulu digunakan untuk babat alas oleh Panembahan Senopati,” ujar RT Pudjodipuro.

Ketika masa Panembahan Senapati, hanya terdapat satu sendang  dengan nama Sendang Kakung. Setelah itu pada masa Hamengku Buwono I atau sekitar tahun 1601 dibuatlah sendang kedua dengan nama Sendang Putri. Fungsi kedua sendang itu untuk aktifitas mandi keluarga kerajaan laki-laki, sedangkan Sendang Perempuan digunakan untuk keluarga kerajaan perempuan.

Sampai sekarang sendang masih dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar maupun peziarah yang datang dari berbagai daerah.(Roy)

 

BERITA REKOMENDASI