Seniman 43 Negara Pamerkan Lukisan di Vredeburg

YOGYA, KRJOGJA.com – International Watercolour Society (IWS) menginisiasi penyelenggaraan pameran seni lukis bertajuk Heritage bertempat di Gedung Pameran Lantai 2 Benteng Vredeburg 23 September hingga 1 Oktober 2017. Dalam pameran tersebut, 277 karya dari 43 negara berhasil melewati tahapan kurasi dan dipertontonkan untuk penikmat seni dan pengunjung yang bertandang ke Vredeburg.

Kurator pameran, FX Riyadi mengatakan pameran tersebut membawa pesan bahwa lukisan klasik cat air terus mengalami perkembangan dan melampaui jaman. Pasalnya, kini tak lagi aliran realisme diusung para seniman namun juga surealisme yang membuat pecintanya larut dalam imajinasi.

“Jadi teknik menggunakan cat air bisa melampui zaman, salah ketika ada anggapan bahwa cat air itu kuno dan tidak bisa diapa-apakan. Tidak melulu realis, pameran ini menjadi buktinya di mana 277 karya yang dipamerkan ini dikurasi dari 400-an karya dari total seniman dari 43 negara,” ungkapnya.

Agus Budiyanto, Country Leader IWS Indonesia menambahkan pihaknya sengaja memilih Yogyakarta sebagai lokasi pameran setelah sebelumnya diselenggarakan di Eropa dan Asia. IWS menilai Yogyakarta memiliki daya tarik tersendiri karena merupakan kota budaya yang mampu mendamaikan kebudayaan lama dan baru.

“Yogyakarta tidak sekadar kota wisata dan dunia sudah memandang kota ini sebagai tempatnya kebudayaan lama dan baru yang harmonis. Kami menilai harmonisnya budaya lama dan baru ini menjadi daya tarik tersendiri untuk kemudian menjadikan Yogya sebagai tempat menggelar pameran, dengan tema Heritage,” terangnya.

Setelah resmi dibuka Sabtu (23/9/2017) kemarin, seturut rencana ratusan seniman luar negeri akan kembali melukis di Candi Borobudur dan Kotagede. Kedua tempat ini disebut memberi impresi para seniman dari berbagai negara untuk dijadikan tema lukisan.

“Seniman luar negeri sangat penasaran melukis keramaian masyarakatnya yang saling guyup satu sama lain ketika berinteraksi di gang-gang sempir maupun di dalam pasar, ya terjadi di Kotagede biasanya. Tapi untuk masyarakat yang tertarik menyaksikan pameran masih sangat terbuka hingga 1 Oktober di Benteng Vredeburg,” pungkas Agus. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI