Siapkan Pementasan Nitik Siti Wangi, Sedhut Senut Gelar Ziarah Budaya

KELOMPOK sandiwara berbahasa Jawa “Sedhut Senut” melakukan ritual ziarah budaya dengan mengunjungi makam Raja di Pajimatan Imogiri Bantul pada Rabu 25 Desember 2019. Kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan kepada Sultan Agung, dimana besok pada tanggal 27 Desember 2019 mereka akan melakukan pementasan sandiwara Bahasa Jawa bertajuk Nitik Siti Wangi dengan lakon Sultan Agung.

Dalam keterangannya melalui telepon, salah satu pemain Ibnu Gundul  mengungkapkan, “Ziarah ini merupakan awal kita lakukan, karena kita mau melakukan pementasan Sandiwara Bahasa Jawa dengan mengangkat cerita Mataram.  ini kita  menyadari masih kurang banyak, kurang lengkap, detail dalam hal Mataram. Dari itu kita melakukan ziarah langsung ke makam Raja Imogiri, biar kita dapat lancar menggelar lakon NiTIK SITI WANGI “.

Ziarah budaya diikuti sekitar 25 peserta yang terdiri dari komunitas Sedhut Senut dan masyarakat umum. Acara dimulai pukul 11.00 di Tembi Rumah Budaya sebagai titik kumpul. Setelah selesai rias dan mengenakan kostum kelompok tersebut berkarnaval ke makam Imogiri dengan menggunakan kereta kelinci. 

Kegiatan ini tidak hanya ziarah ke makam leluhur semata namun juga memasukan unsur sarasehan tentang “Bedah sejarah Mataram – Nitik Siti Wangi, Nilai spiritualitas yang ditinggalkannya bagi masyarakat Jawa” dan dilanjutkan dengan latihan Kelompok Sedhut Senut NITIK SITI WANGI.

Kelompok yang telah berdiri sejak tahun 1997, meskipun telah berganti nama dari komunitas Sego Gurih menjadi komunitas Sedhut Senut, dan kerap bongkar pasang personil namun hingga kini masih konsisten dalam perjalanannya “nguri-nguri” kebudayaan Jawa dengan kerap menggelar sandiwara berbahasa Jawa.

“Kita setia dan cinta dengan sandiwara bahasa Jawa, dari tahun 1997 -2016 kita bernama (komunitas Sego gurih) terus menjadi kelompok Sedhut senut. Kita dari dahulu selalu sandiwara bahasa Jawa yang kita gelar dalam pementasan kita. Kita wajib melestarikan dan menjaga bahasa Jawa,” ungkap Ibnu.

Pementasan Nitik Siti Wangi merupakan pementasan kedua di bulan Desember setelah Mangir pada 19 Desember lalu di di dusun Legundi , girimulyo, panggang , Gunungkidul. Diangkatnya tema Sultan Agung (Mataram) karena ingin masyarakat dan generasi ke generasi mengenal sejarah tentang Mataram, dimana banyak tokoh besar yang patut kita kenang dan kita bicarakan sepanjang masa. Teks sejarah diartikulasikan dengan model sandiwara agar lebih bisa komunikatif dalam pertunjukan.

Rangkaian cerita yang dipimpin oleh Fajar  Murdiyanto, Elyandra Widarta & Ibnu Gundul ini akan dipentaskan pada 27 Desember 2019 pukul 19.30 di Omah Casting Ibnu Gundul Kampung Danunegaran Mantrijeron Yogyakarta. Pentas seni ini gratis dan terbuka untuk umum. (KN)

BERITA REKOMENDASI