Sinden Juga Harus Belajar Lagu Kekinian

TERINGAT komentar sinden asal Jepang Hiromi Kano yang mengatakan, sinden muda saat ini akan cukup sulit bisa benar-benar menguasai cengkokan tembang-tembang Jawa yang terbilang klasik. Pasalnya sesuai tuntutan jaman, sinden juga harus mengakomodir keinginan masyarakat untuk membawakan lagu-lagu kekinian.

"Saya melihat sinden muda lebih menguasai permukaannya saja untuk dunia sinden. Sebab ketika mereka akan mendalami lebih jauh, ada tuntutan masyarakat yang menginginkan sinden juga mampu membawakan tembang, seperti campursari dan lainnya saat pentas. Tapi hal itu wajar dan memang demikian keadaannya," jelas Hiromi kepada KRjogja.com.

Meski begitu secara umum Hiromi mengatakan kualitas dan kuantitas sinden muda sudah tidak perlu diragukan lagi. Soerang sinden memiliki tempat tersendiri dalam sebuah pagelaran dan posisinya cukup sentral. Wajar jika juga ada persaingan secara positif untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

Situasi ini juga diakui salah satu sinden muda Yogya, Siti Marfuah (24) yang menyebut generasi sinden muda di bawahnya terus saja bermunculan. Selain jumlahnya terus bertambah, alumni ISI Yogyakarta ini juga mengatakan kemampuan mereka tidak bisa dipandang sebelah mata.

"Saya melihat makin banyak anak muda yang mulai nyinden. Artinya sinden mulai dilirik," ucapnya.

Istri dalang muda Utoro Wijayanto ini juga menyebut tuntutan masyarakat memintanya untuk terus menambah referensi perbendaharaan tembang dan lagu. Sehingga Siti tidak hanya terus memperdalam sindenan tembang Jawa, tapi juga langgam, campursari dan lainnya.

"Kadang kalau sudah di panggung itu spontan. Misal ada permintaan lagu campursari yang harus bisa. Di situ nilai plus, baik bagi dalang maupun masyarakat," ungkapnya. (M-5)

 

BERITA REKOMENDASI