Srintil, Tembang Duka Seorang Ronggeng 

JAKARTA (KRjogja.com) – Bakti Budaya Djarum Foundation kembali menghadirkan rekaman lakon pementasan dalam program #NontonTeaterDiRumahAja. Para penikmat seni di rumah disuguhkan lakon Srintil (Tembang Duka Seorang Ronggeng) yang telah tayang pada Sabtu-Minggu (19-20/9) di Youtube IndonesiaKaya. Lakon yang diproduksi ArtSwara ini merupakan rekaman pementasan yang diselenggarakan di Teater Salihara Jakarta, April lalu. Naskah pertunjukan ini ditulis Sitok Srengenge mengadaptasi novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari.

 Lakon ini berkisah tentang Srintil yang berumur 11 tahun dinobatkan menjadi ronggeng baru, menggantikan ronggeng terakhir yang mati dua belas tahun lalu. Bagi pedukuhan yang kecil, miskin, terpencil dan bersahaja itu, ronggeng adalah perlambang. Tanpanya dukuh itu merasa kehilangan jati diri. Dengan segera Srintil menjadi tokoh yang amat terkenal dan digandrungi. Cantik dan menggoda. Semua ingin pernah bersama ronggeng itu. Dari masyarakat biasa hingga pejabat-pejabat desa maupun kabupaten. Namun malapetaka politik di tahun 1965 membawa nasib buruk ke pedukuhan kecil itu. Ronggeng beserta para penabuh calung ditahan. Pedukuhan dibakar. Hanya karena kecantikannya, Srintil tidak diperlakukan semena-mena oleh para penguasa di penjara itu.

Maera selaku eksekutif produser mengungkapkan, dirinya tertarik mengangkat ronggeng ke atas panggung karena pandangan publik cenderung hanya melihat sisi negatifnya. “Melalui lakon ini, kami ingin menghadirkan sudut pandang berbeda dari sosok ronggeng,” ujar Maera.

BERITA REKOMENDASI