Tak Perlu Mapan untuk Jadi Kolektor Lukisan

KETIKA membicarakan tentang kolektor karya seni, yang akan terbayang biasanya tidak jauh dari sosok seseorang di usia matang dengan kondisi ekonomi yang mapan. Tapi, bukan hal yang mustahil untuk menjadi kolektor karya seni di usia muda. Di Magelang misalnya, ada Ronnie S Haryanto.

Ronnie (34) yang bersama sang istri mengelola Rumahku Art Cafe ini mulai mengikuti passionnya untuk mengumpulkan karya seni sejak usia yang terbilang muda. Kesukaannya terhadap benda seni, terutama seni rupa, dimulai jauh sebelum ia berkuliah di jurusan Teknik Industri, Universitas Atma Jaya, Yogyakarta. Semasa kuliah,  Ronnie juga selalu menyempatkan untuk menghadiri acara seni sebagai salah satu bentuk kecintaannya terhadap seni.

Kisah tentang perjalanannya sebagai kolektor muda berawal di usianya yang ke-25. Saat itu, Ronnie mengunjungi sebuah pameran seni rupa di Yogyakarta bersama sang ayah dan langsung jatuh hati dengan sebuah lukisan karya Totok Basuki, seorang pelukis dari angkatan 80. Tapi, saat itu, Ronnie tidak dapat langsung membeli lukisan itu.

Barulah di kesempatan lain saat lukisan itu berada di Museum OHD, pemilik museum, Oei Hong Djien menghubungkannya dengan senimannya langsung hingga akhirnya, ia bisa membeli lukisan yang menjadi koleksi pertamanya dengan satu syarat. "Saat itu, saya diberi satu syarat, lukisan itu, tidak boleh dijual kembali," kenangnya.

Kepada Krjogja.com, Ronnie juga mengaku banyak belajar tentang koleksi karya seni lewat sharing baik dengan seniman, maupun sesama kolektor. Ia pun memiliki prinsip, bahwa dalam mengoleksi karya seni yang terpenting adalah enjoy the art dan friendship with the artist

"Koleksi itu buat passion, bukan buat wah-wahan. Koleksi  itu tidak harus  dimulai di umur 40 tahunan, tapi bisa kok dimulai sejak muda, asal tahu caranya," tambah Ronnie kepada Krjogja.com saat ditemui di Rumahku Art Cafe pada pembukaan pameran seni Rebuild the Diversity yang berlangsung di galeri seni pribadinya.

Ronni sendiri mengaku tidak pernah menghitung jumlah koleksinya. "Kalau dihitung akan membuat saya ingim terus menambah koleksi," ujarnya tersenyum. Selain menjadi kolektor muda, apresiasi terhadap seni juga ditunjukkan Ronnie melalui dukungan terhadap pergerakan seni yang ada di kota Magelang.

Salah satunya, dengan meminjamkan galeri seninya dengan cuma-cuma kepada seniman-seniman muda Magelang. "Bentuk apresiasi saya yang paling sederhana adalah dengan memberikan tempat yang free. Ini bisa jadi tempat untuk anak muda belajar melangkah. Yuk melangkah step by step, karena tidak ada yang instan. Lewat pameran, seniman muda bisa  belajar untuk mengkurasi," terangnya dengan penuh semangat.

Dalam setahun, setidaknya ada tiga pameran diselenggarakan di galeri pribadinya. Salah satunya adalah pameran seni rupa Rebuild the Diversity yang berlangsung hingga Minggu (31/7/2016) nanti. Pada hari penutupan pameran, para seniman muda akan turut hadir dalam acara Artists Talk yang diadakan sore harinya. Untuk yang tidak ingin ketinggalan, bisa langsung datang ke Rumahku Art Cafe yang bertempat di Puri Cendrawasih Kav 5 (depan Hotel Oxalis) Kota Magelang. (Nanda Ghaida)

 

BERITA REKOMENDASI