Tari Bedayan Pucuk Putri Sampaikan Kritik Sosial

BEDAYAN pucuk putri di hamparan kebun teh Kemuning, Ngargoyoso menyampaikan kritik sosial tentang perjuangan hidup. Harmonisasi manusia dengan alam juga disampaikan sembilan penari inti.

Drama tari ini diiringi gamelan sigro-sigro yang mengalun lembut. Kemudian, sembilan gadis remaja memasuki panggung alami berupa hamparan kebun teh berukuran 20 meter persegi di Dusun Gondangrejo, Desa Kemuning. Mereka membawa oncor sebagai penanda pagi belum tiba. Para penari pucuk putri melambangkan daun terbaik yang muncul. Mereka merias diri dengan tampilan terbaik untuk melambangkan daun yang selalu dinanti para pemetik teh.

“Rahasia kualitas teh ada pada tiga pucuknya. Mereka disebut roh kenikmatan. Sudah sepantasnya ‘daun emas’ itu dijaga dan dilestarikan anak cucu kita. Supaya ekosistem alam tetap terjaga dan menjaga,” kata Ketua Panitia Bedayan Pucuk Putri, Priyanto Kromowiryo, Selasa (30/7).

Dalam drama tari itu muncul konflik akibat serangan hama. Dalam bedayan pucuk putri, digambarkan enam penari pagebluk yang menyerang pucuk putri. Meski begitu, para petani tetap gigih menyelamatkan tanamannya hingga kembali memunculkan pucuk berkualitas. Ternyata, tantangan terberat bukan hama penyakit tanaman. Justru, perkembangan zaman menggerus nilai kearifan lokal. Para pemuda tak lagi tertarik melanjutkan bercocok tanam teh. Mereka lebih tertarik kerja di industri atau merantau ke kota.

“Ini ironi yang disampaikan. Kita panggil lagi para pemuda untuk nguri-uri peninggalan leluhur berupa kebun teh. Teh mengajarkan nilai kehidupan. Walaupun dipetik tiap hari, daun teh tetap tumbuh,” katanya.

Pertunjukan itu disaksikan para pengunjung di Kampung Wisata Kodok, Kemuning serta dihadiri sejumlah pejabat seperti Wabup Rober Christanto, Camat Ngargoyoso Edi Sukiswadi serta Kades Kemuning Widadi Nur Widyoko.    

Seusai suguhan Tari Bedhayan Pucuk Putri, sebanyak 600 nasi yang dibungkus dengan daun pisang dibagikan kepada warga yang menonton. Nasi bungkusan yang dikenal dengan nama Sego Pelang itu berisi nasi, telur, kering tempe, dan oseng soun. (Lim)

 

 

 

 

BERITA REKOMENDASI