Tari Bedhaya Mintaraga, Monumen Piwulang Sultan HB X

YOGYA, KRJOGJA.com – Pertunjukan Bedhaya Mintaraga Yasan Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X merupakan pengalaman estetis yang bernilai edukasi tersembunyi. Kesan ini sebagai bentuk respons awal ketika sajian Bedhaya Mintaraga mampu mengekspresikan sejumlah konfigurasi menarik dan bernuansa agung. Karya Bedhaya Mintaraga lebih merupakan sebuah monumen piwulang Sultan dalam bentuk karya seni.

Demikian disampaikan Etnokoreolog dan Pengajar Program Pascasarjana Institut Seni Indonesesia (ISI) Surakarta, RM Pramutomo usai menyaksikan petunjukan perdana Bedhaya Mintaraga yang digelar di Kraton Yogyakarta, Sabtu tadi malam. “Bedhaya Mintaraga adalah bentuk Bedhaya yang diciptakan awal 2021. Sebagaimana lazimnya genre tari klasik Bedhaya, karya ini ditarikan sembilan penari wanita dengan tingkat kedalaman kepenarian yang rata,” ungkapnya.

Sebagai Yasan Dalem Sultan HB X, lanjut Pramutomo, karya ini jelas menjadi representasi otoritas estetis Sultan dalam menuangkan gagasannya ke dalam karya seni tari. Ia menyebut tata artistik yang digunakan mengikuti standar genre bedhaya di dalam Kraton Yogyakarta. Oleh sebab itu, respons estetis yang divisualkan sangat lekat dengan kualifikasi teknis pemanggungan yang lazim dalam genre Bedhaya. Lebih menarik lagi, ketika cara merespons gagasan Sultan itu diimplementasikan ke dalam tata rakit yang khas dalam genre Bedhaya.

BERITA REKOMENDASI