Tawa dan Air Mata Warnai Seni Pantomim

YOGYA, KRJOGJA.com – Membaca unsur pemanggungan dalam seni pantomim Bengkel Mime Theatre dengan karya terbarunya bertajuk Tawa Air Mata mencoba menawarkan cara komunikasi berbeda dalam pertunjukan, Jumat (29/11) malam di SaRang Building, Kalipakis,  Tirtonirmolo,  Kasihan Bantul.

Sebelum di panggung para aktor dengan topeng dari koran memerankan binatang manusia unik dan berinteraksi dengan pengunjung. Hingga di panggung utama, topeng dilepas dan melakukan eksplorasi gerak, mimik wajah dan gesture. Sutradara Andy EsWe turut berperan bersama aktor Ficky Tri Sanjaya, Dinarto Ayub Marandi,  Yudha Rena Mahanani. 

Kerja kreatif ini melibatkan seniman antar kota (Solo Yogya)  dalam sinergi kreativitas yang dinamis dengan Pimpinan Produksi Joko Jazz, Tata Artistik Yudhi Becak, Tata Lampu Yanuar Edy,  Tata Musik Iwan Karak.

Dalam pementasan yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation,  para aktor tampil dengan karakter-karakter berbeda. Mereka dllahirkan dari rahim satu ibu, tapi  tak lagi saling kenal, bahkan  tak mengenali ibundanya sendiri. Mereka saling berkelahi hingga saling bunuh, kerasukan hasrat kekuasaan racun teknologi, dan ambisi untuk menjadl binatang bernama Manusia Perang.

Banyak adegan yang mengundang tawa atau senyum pengunjung dengan mimik, dan gestur tubuh. Para aktor juga berperilaku dan mengeluarkan suara khas seperti binatang manusia yang mereka tiru. Bahkan ada adegan yang memaksa sang ibu menutup mulut binatang manusia itu dengan sendal jepit yang diikat di karet dan dijepretkan ke mulut.

Sebelumnya Tawa dan Air Mata juga dipentaskan 5-6 November di Indieart House Tirtonirmolo,  dan tampil kembali di SaRang Building Tirtonirmolo 29-30 November 2019.  Pertunjukan ini memberi warna baru seni pantomim.  (R-4)

BERITA REKOMENDASI