Terakhir Pentas Tahun 1939, Abdi Dalem Musikan Keraton Yogya Dihidupkan Kembali

YOGYA,KRJOGJA.com – Keraton Yogya berupaya menghidupkan kembali fungsi utama Bangsal Mandalasana sebagai tempat abdi dalem Musikan bermain musik.  Setelah terakhir kalinya tampil pada 1939, Minggu (18/8/2019),  abdi dalem Musikan kembali hadir mengbibur wisatawan yang datang ke Kraton Yogyakarta.
 
Bangsal Mandalasana berbentuk segi delapan yang terletak di pelataran kedhaton (wilayah inti) Keraton Yogyakarta ini dulunya berfungsi sebagai tempat Abdi Dalem Musikan memainkan musik diatonis dan menyambut tamu. Sehingga, tak mengherankan apabila sisi-sisinya dihiasi dengan ornamen alat-alat musik Barat. 
 
KRT Waditrowinoto kondakter pangarso musikan mengungkapkan, setelah lebih dari setengah abad, Bangsal Mandalasana dihidupkan kembali dengan menggelar “Pentas Musikan” dalam rangka merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia.
 
"Dalam rangka ikut memperingatan Hari Ulang Tahun Ke-74 Republik Indonesia menggelar pentas musik. Sebenarnya event ini baru terjadi hari ini yang dilaksanakan di dalam musika (wilayah inti) setelah Indonesia merdeka," katanya kepada wartawan disela acara pementasan musik Mandalasana. Minggu (18/08/19). 
 
Lagu-lagu yang dibawakan dalam pentas pertama kalinya ini adalah lagu-lagu nasional dan perjuangan seperti Indonesia Raya, Satu Nusa Satu Bangsa, Jogja Kembali, Tanah Airku dan lagu Sepasang Mata Bola. Juga Hari Merdeka, Maju Tak Gentar, Api Kemerdekaan dan ditutup dengan lagu Bagimu Negeri.
 
Menurutnya Waditrowinoto, sekarang Keraton Yogya sedang kencang-kencangnya membangun budaya mengingat peningkatan budaya yang luar biasa di Yogyakarta. Nguri-nguri budaya yang ada jaman dulu, dan mengenalkan apa yang ada di Keraton. Waditrowinot menyebut, Keraton Yogya salah satu yang mempunyai bangasal musik. 
 
Musikan sendiri merupakan satuan abdi dalem yang bertugas memainkan musik diatonis di dalam Keraton Yogyakarta. Kelompok abdi dalem ini tercatat sejak masa kepemimpinan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII (1921-1939) memang sudah ada. Yang bertugas pada saat kedatangan tamu negara ataupun acara penobatan dan sebagainya.
 
Sebanyak 14 personel yang ikut memainkan pentas musik mandalasana beserta alat musik yang dimainkan diantaranya terompet, trombone, saxophone, senar drum.  Adapun yang ikut memainkan pentas musik mandalasan adalah para abdi dalam konco musikan dibantu oleh Akademi musik (Ami) dan ISI Yogyakarta. 
 
Abdi dalem konco Musikan tersebut terakhir kali diadakan pada tahun 1939. Dan untuk pertama kalinya, menggunakan pakaian resmi dengan peranakan kostum abdi dalem yang sebelumnya pakain Belanda. Pada momen ini juga (setelah kemerdekaan 1945 pada tanggal 18 Agustus) adalah bergabungnya Keraton Yogya dengan NKRI.
 
"Yang jelas atas perjuangan KPH Notonegoro yang menemukan inspirasinya atau idenya dari beliau untuk dibangkitkan kembali dan atas dhawuh dalem sinuwun Ngersodalem Sultan HB X mendapatkan izin," ucapnya.
 
Pentas Musikan ini dimulai pada pukul 09.30 WIB, dimulai dengan iringan prajurit Keraton Yogyakarta yang menjemput para Abdi Dalem Musikan dari Bangsal Kasatriyan menuju Bangsal Mandalasana, hingga kembali ke dalam Bangsal Kasatriyan setelah usai pementasan. (Ive).
 
 
 

BERITA REKOMENDASI