Terobosan Saat Pandemi, Dagelan Online Tiga Genre – Tiga Generasi ‘Komedi Poetar’ Digelar

PANDEMI GLOBAL Covid-19 menuai efek berkepanjangan di seluruh sektor, salah satu yang terdampak adalah seni pertunjukan. Geliat panggung seni pertunjukan harus terhenti untuk menghindari kerumunan masa yang biasanya hadir memenuhi ruang-ruang gelaran tersebut. Namun hal ini tentunya menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi seniman komedi ‘dagelan’ di Yogyakarta untuk tetap berkekspresi dan menghadirkan tontonan dengan kemasan ‘baru’, beradaptasi dengan kebiasaan baru dan mencoba berkompromi dengan pasar seni pertunjukan saat ini.

Komedi Poetar merupakan sebuah pertunjukan pertama di Indonesia dengan konsep komedi ‘dagelan’ virtual tiga genre, tiga generasi (generasi senior /klasik, generasi media sosial dan generasi muda) yang dipertontonkan secara daring (online), dengan menggabungkan unsur pertunjukan komedi tradisi dan komedi modern yang dikemas dalam satu fragmen pertunjukan utuh untuk menghadirkan tontonan virtual seni pertunjukan komedi yang berbeda.

“Pertunjukan ini merupakan salah satu terobosan, sebuah perpaduan langka lintas generasi tua dan muda dengan menggabungkan berbagai latar belakang. Sebagai orang tua saya merasakan adanya tantangan dan inovasi dalam proses produksi Komedi Poetar. Mengutip semboyan Tut Wuri Handayani, saya akan terus mendukung sekaligus memberikan arahan kepada yang muda-muda. Oleh karenanya , saya berharap generasi muda jangan pernah berhenti untuk berinovasi, saya sampaikan dalam dua kata MARI KITA!” ujar Marwoto pelawak senior yang terlibat dalam Komedi Poetar. Selain Marwoto ada banyak pekerja seni yang terlibat dalam pertunjukan ini, diantaranya Susilo Nugroho atau lebih dikenal dengan Den Baguse Ngarso, Xena Xenita, Yusril Fahriza, Bimacho Bravesboy, Alit Jabang Bayi, Migga Sadewa serta Mukti Metronom. Sutradara dalam pertunjukan kali ini adalah Gundhi Anditya ‘Gundhissos’.

BERITA REKOMENDASI