Tiara Yantika, Eksis 20 Tahun di Panggung Musik

Editor: KRjogja/Gus

TAK gampang awet di panggung musik Yogyakarta. Apalagi dangdut. Hanya sedikit yang bisa lama eksis. Tiara Yantika, salah satu yang bisa bertahan hingga sekarang. Di usia 40 tahun Tiara masih manggung. Namanya masih terdengar.

“Nyanyi masih. Sekarang all round, tidak hanya dangdut,” ujar Tiara.

Penyanyi yang tinggal di Palbapang Bantul ini tak menampik, gampang-gampang susah mempertahankan eksistensi. Banyak pendatang baru membuat penyanyi lama bisa tersingkir. Tiara bersyukur masih berkarier sebagai penyanyi. Sekitar 20 tahun malang melintang di panggung musik.

Profesional. Kiat Tiara bermusik. Amsal empiriknya, ia rela belajar genre musik lain. “Jika tidak tahu, ya pelajari. Basic saya dangdut, tapi saya juga mempelajari musik lain. Sehingga saya bisa menyanyikan jenis lagu apa saja. Profesional tidak harus cantik. Tapi bisa disiplin,” papar ibu seorang anak itu.

Ada kepuasan batin saat bisa menyanyikan lagu pop. Toh begitu, dangdut juga memunculkan kebahagiaan. Penonton banyak dan antusias, membuat Tiara senang.

“Dangdut penggemarnya kebanyakan remaja, muda. Kalau pop menengah ke atas,” kata penyanyi yang sebelum pandemi Covid-19 merilis videoklip ‘Lelakon’. Singel dangdut Jawa yang diciptakan Tiara.

Sebagai pedangdut senior, Tiara bangga jenis musik ini sudah merambah ke kota, bahkan hingga luar negeri. Berbagai jenis musik mengkombinasi dengan dangdut. Hiphop dangdut contohnya. Tidak ada gengsi lagi.
Munculnya remaja bermodal ‘berani’ dan menguasai 3-4 lagu lalu merasa sebagai pedangdut, di mata Tiara hak mereka. Pun beruntungnya mereka.

“Mungkin banyak keuntungan bagi yang nge-job dengan mengajak mereka, murah dan berani seksi. Bisa dibilang mereka bukan pyur untuk nyanyi, tapi tampil (seksi) di panggung,” jelas Tiara yang mengaku dibesarkan panggung dangdut legendaris: Purawisata.

Di era yang makin maju, panggung spesialis dangdut justru bertumbangan. Tiara bisa memahami hal tersebut. Banyak kafe yang menggelar pentas dangdut. “Di televisi juga banyak acara dangdut. Di YouTube juga. Dulu harus ke Purawisata jika ingin lihat dangdut. Sekarang lebih mudah,” paparnya.

Bagi pekerja seni, teman adalah kunci sukses. Banyak teman berpeluang mendatangkan rezeki. Dan ini diyakini Tiara. Maka ia sangat senang bergaul, ketemu dengan orang baru. “Saya percaya karma. Jika kita tidak baik pada orang, akan menerima balasan yang tidak baik juga. Kalau kita baik, pasti akan mendapat karma yang baik,” ungkap Tiara yang mengaku lebih disiplin setelah pandemi ini. Disiplin makan, disiplin menjaga kesehatan, disiplin beretika. (Lat)

BERITA REKOMENDASI