Upaboga, Ketika Makanan Bercerita

Replika tumpeng turut dihadirkan dalam ruang dengan tampilan eksotis yang dibuat mirip dengan aslinya. Tumpeng memiliki beragam jenis yang melambangkan berbagai makna. Dunia Jawa adalah dunia yang penuh dengan simbol dan filosofi. Terdapat berbagai macam dan bentuk simbol yang hidup dan melembaga dalam masyarakat, salah satunya makanan. Makanan sesaji yang terdapat dalam ritual atau upacara adat selalu memiliki aspek simbolik maupun filosofi yang menjadi gambaran alam berfikir masyarakat Jawa.

Misalnya saja Tumpeng Kapuranto yang memiliki keunikan pada warnanya. Jika biasanya tumpeng berwarna putih atau kuning, maka Tumpeng Kapuranto ini dibuat dari nasi berwarna biru blawu yang dihasilkan dari bunga Telang (Clitoria ternatea). Tumpeng ini disajikan dengan beberapa sayur dan lauk yaitu, sambal goreng daging, urap, bakmi, capcay, telur, semur daging, perkedel, acar, dan kerupuk. Tumpeng Kapuranto merupakan simbol permohonan maaf atas segala kesalahan yang pernah dilakukan oleh yang punya hajat.

Berbagai atraksi dan aktivitas digelas untuk meramaikan pameran. Aktivitas pendukung pameran berupa kelas memasak (cooking class), webinar, dan curatorial class, yang bekerjasama dengan Komunitas Bakudapan, Komunitas Majalah Bumbu, dan Museum Tani Jawa Indonesia. (Feb)

BERITA REKOMENDASI