Wayang Ajen Bikin ‘Gerr’ Warga Sumedang

SUMEDANG, KRJOGJA.com – Masyarakat Sumedang dibuat heboh dengan pertunjukan wayang Ajen dengan Ki Dalang Wawan Gunawan, Sabtu (22/9) malam WIB. Penonton yang menyaksikan pergelaran tersebut tak habis habisnya dibuat terpingkal-pingkal dengan gaya banyolan yang disuguhkan Wayang Ajen.

Pengemasan yang menarik dengan gaya tutur humor segar berisi isu-isu terkini, baik dalam negeri hingga mancanegara. Ini memang tidak seperti pertunjukan wayang golek biasa. Bahkan tantanan lampu dibuat meriah dengan permainan warna.

Wayang golek yang bermarkas di Bekasi itu, tak sekadar pertunjukan tetapi juga bisa menjadi media untuk menyampaikan pesan. Pada pementasan kali ini, pesan moral kampanye damai terkait Pilpres 2019 disampaikan ki dalang dengan lugas dan jelas. Berbeda pilihan boleh, asal saling menghormati, mengkritisisi boleh, tapi jangan menuduh, jangan saling hujat.

“Karek pemilihan Nomer urut wae mani rariweuh. Padahal sarua sabangsa, sanagara. Mulai besok deklarasi kampanye damai pilpres 2019 di Puser Dayeuh. Adu program, adu prestasi Bukan adu isu, bukan adu kebencian. Hindari saling menjelekan, hindari saling fitnah, saling serang, ” celoteh ki Dalang Wayang Ajen saat pementasan berlangsung yang diteruskan ketua panitia penyelenggara  H. Nana Mulyana.

Bupati Sumedang H Donny Ahmad Munir yang menyaksikan pergelaran Wayang Ajen tersebut tampak sangat antusias. Ia berharap pergelaran ini bisa mengundang wisatawan lebih banyak lagi ke Sumedang.

"Ini wayang zaman now, peminatnya sudah banyak dan bisa menjadi media promosi wisata daerah. Buktinya Penonton membludak sekitar 10 ribu orang tumbah ruah membanjiri tempat acara. Jalanan utama arah ke tempat acara macet total, parkir memenuhi lapangan pemda," ujar Bupati Donny seusai acara di Pusat Pemerintah (IPP) Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (22/9).

Wayang Ajen sendiri kini sudah sangat dikenal baik di dalam negeri maupun mancanegara. Wayang Ajen sudah ikut memperkaya seni budaya bangsa Indonesia. Ia seakan menjawab kekosongan saat ini dimana generasi muda yang hidup di era teknologi dengan budaya modern membutuhkan karya yang mewakili budaya leluhur dengan tidak mengesampingkan modernitas yang mereka rasakan.

Edy Wardoyo Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran 1, Kemenpar menambahkan, penampilan Wayang Ajen adalah bentuk usaha dalam mensinergikan keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia dengan budaya modern."Jadi kita ingin budaya tidak dibenturkan tetapi kita sinergikan sehingga menghasilkan karya yang bisa diterima di era teknologi digital," kata Edy Wardoyo.

Wayang Ajen juga bertujuan untuk melestarikan budaya bangsa dengan memberi kesempatan pada generasi masa kini untuk ikut berkreasi dengan teknologi digital yang mereka kuasai. Ajen yang maknanya menghargai tak hanya sekadar brande wayang golek, tetapi juga mengandung makna bahwa kesenian ini menghargai karya bangsa dan juga menghargai penikmatnya yang hidup di era digital. (*)

BERITA REKOMENDASI