Dapur Aksi Tetandur, Upaya Mencukupi Pangan di Tengah Pandemi

AKSI Dapur Tetandur adalah ajakan agar masyarakat mencukupi ketahanan pangan di tengah pandemi covid-19. Gerakan ini mengedukasi dengan memberikan bibit sayuran termasuk bagaimana menananamnya.

“Ini adalah bagian dari Aksi Dapur Berbagi, jika sebelumnya kami membagi paket sembalo, serta paket makanan siap santap. Dapur Aksi Tetandur merupakan ajakan untuk menanam kemudian dapur mereka dihidupi dan dibumbui oleh panenan mereka sendiri,” kata Ignasius Kendal kepada KRjogja.com, Minggu (25/5/2020).

Salah satu inisiator DAB lainnya Bambang Paningron mengatakan, ke depan di masa pandemi tantangan yang ada adalah soal ketahanan pangan. Masyarakat di perkotaan, kata Bambang, punya kerawanan pangan yang lebih besar dibanding masyarakt di desa.

“Maka Aksi Dapur Tetandur ini merupakan ajakan untuk masyarakat memanfaatkan sekecil apapun lahan untuk menanam,” katanya. Bukan hanya sebuah ajakan, DAT juga memberikan edukasi cara menanam hingga merawat.

Ignasius Kendal menambahkan, tetandur (menanam), dalam skala rumah tangga dan kampung, bisa dilakukan di pekarangan rumah, bahkan teras, hingga ke kebun/lahan bersama milik komunitas warga/petani. Tanaman yang ditandur pun bisa mulai dari sayur (lombok, tomat, terong, bayam, kangkung, dll) hingga palawija (jagung, ketela pohon, singkong, dll).

Mahasisiwa menyiapkan media tanam untuk sayuran dari DAT

“Kami membagi ‘edu-box tetandur sayuran’. Isinya benih biji, bibit tumbuh, pupuk kompos untuk media tanam dan nutrisi tanaman, brosur cara menanam tasalampot/ruang terbatas perkotaan dan kandungan gizi manfaat, dan jika dibutuhkan nutrisi pupuk cair,” kata Kendal.

DAB juga mendorong penerima manfaat untuk memanfaatkan kaleng, botol/gelas plastik, mika bekas bungkus makanan sebagai media tanam. Wadah distribusi juga bisa dijadikan pot tanam nya.

“Tahap ini, target distribusi DAB adalah rumah tangga permukiman padat perkotaan di Yogya, bantaran Kali Winongo. Selama ini mereka sudah menerima bantuan paket  makanan siap santap dan paket sembako,” kata Kendal.

Selain masyarakat, sasaran bantuan juga diperuntukan bagi mahasiswa luar Jawa yang kuliah di Yogyakarta. Mereka diajak untuk mulai mandiri menyiapkan bahan pangan untuk mereka, di asrama atau indekosan mereka masing-masing.

“Demikian juga penerima bantuan lainnya seperti keluarga pekerja seni, keluarga lansia miskin, komunitas pekerja informal jalanan dan komunitas penyandang disabilitas yang menerima bantuan kami di tahap pertama,” katanya. (*)

 

 

BERITA REKOMENDASI