Dari Barang Bekas, Kelompok Pemuda Ini Bisa Biayai Sekolah Siswa Tak Mampu

Tak disangka, kegiatan tersebut terus tumbuh hingga akhirnya Dori memutuskan membentuk lembaga sosial sendiri yang berfokus pada jual beli barang-barang bekas. Seluruh hasil penjualan barang-barang dikelola untuk mewujudkan mimpi anak-anak kurang beruntung yang kesulitan melanjutkan pendidikan.

“Dari 2012 itu sudah bergerak tapi lebih ke komunitas, sudah memberikan beasiswa pendidikan untuk teman-temam muda yang kurang beruntung tapi punya semangat belajar. Tahun 2018 kami resmikan Yayasan Barkasmal Nusantara, Barang Bekas Jadi Amal,” sambung dia.

Menjaga konsistensi, mengumpulkan uang Rp 70 juta lebih tiap tahun untuk biaya pendidikan, ternyata bukan perkara mudah. Namun, karena tekad kuat dan niat baik, yayasan yang berada di Condongcatur Depok Sleman bisa bertahan hingga hampir satu dekade.

“Memang tidak mudah, saat ini kami membina 28 anak dari jenjang SD hingga perguruan tinggi dengan pengeluaran mencapai Rp 70 juta pertahun. Kami juga punya program-program lain untuk anak-anak yang kami bina, yang harapannya bisa memaksimalkan talenta yang dimiliki,” imbuh Ale Ikhwan, bendahara Yayasan Barkasmal Nusantara.

BERITA REKOMENDASI