Dari Barang Bekas, Kelompok Pemuda Ini Bisa Biayai Sekolah Siswa Tak Mampu

Barkasmal menurut Ale tidak hanya memberikan beasiswa baik dalam bentuk uang tunai maupun kebutuhan sekolah untuk 28 anak tersebut. Mereka juga mendampingi perjalanan jenjang pendidikan mulai SD hingga perguruan tinggi.

“Kebetulan saat ini ada dua yang sudah kuliah. Kami tidak membuka slot beasiswa baru, karena kami ingin tuntaskan pendidikan tiap-tiap orang dahulu. Ini wujud tanggung jawab kami,” sambung dia.

Sebelumnya, 28 anak binaan Barkasmal didapatkan dari seleksi terbuka yang dilakukan bahkan beberapa dari jalanan. Seluruhnya merupakan anak yatim atau piatu serta kaum dhuafa yang memiliki semangat belajar.

“70 persen biaya mereka didapat dari penjualan barang-barang bekas, mulai kertas, kardus, koran yang sampai saat ini masih mencukupi. Sisanya dari donasi orang-orang yang peduli dengan hal yang kami lakukan. Kami berupaya, kalau anaknya masih mau terus belajar dan berkomitmen, maka kami terus biayai hingga tingkat manapun,” ungkapnya lagi.

Baik Dori, Ale maupun relawan di Yayasan Barkasmal Nusantara berharap apa yang mereka lakukan bisa terus lestari sampai nanti. Artinya, semakin banyak anak-anak kurang beruntung yang bisa terus bergerak maju meraih mimpi melalui pendidikan. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI