Inovasi  Mahasiswa PKM-PM UGM, Wayang dari Sampah Plastik Berbasis QR Code

Editor: Ary B Prass

Pemberdayaan waria ini telah dilakukan sejak 1 Juni 2021 dan saat ini telah berhasil menyelesaikan tahap produksi wayang sampah plastik berbasis QR code. Program ini berhasil mendapatkan pendanaan PKM-PM Kemenristek DIKTI 2021. Nantinya, produk tersebut akan dipasarkan melalui media sosial dan market place.
Menurut Al Viyah, proses pembuatan wayang sebenarnya cukup mudah, tidak memerlukan kemampuan khusus dan berbahan sedikit. Dengan demikian, program ini bisa diikuti oleh masyarakat mitra dengan mudah.
“Metode pembuatan wayang ini terbilang sederhana dan dapat diikuti dengan mudah oleh mitra. Bahan yang diperlukan juga hanya sampah plastik, kertas, stiker pola wayang, lem, resin, dan katalis,” tuturnya.
Sementara itu, Eko sebagai dosen pendamping juga aktif membimbing para mahasiswa. Salah satu dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM UGM ini pun berharap agar waria memperoleh peluang usaha yang produktif. Waria pun dapat berprofesi sebagai pendongeng pada acara tertentu atau di TK/PAUD.
Ketua Pondok Pesantren Waria Al-Fatah Yogyakarta, Sinta Ratri mengapresiasi tim Wansaplas UGM atas ide, kesabaran dan ketekunan dalam membimbing para waria. Program tersebut menurut Sinta dapat merangkul waria yang jarang mendapat perhatian. (Dev)

BERITA REKOMENDASI