Kukuh Prasetya Kudamai, Orang Dibalik Sukses Lagu “Mendung Tanpo Udan”

Editor: Ary B Prass

Lagu ini ditulis Kukuh di Jakarta pada awal pandemi di tahun 2020. Saat itu ia baru saja diberhentikan dari salah satu sinetron TV Nasional. “Basic saya sebenarnya aktor, tapi saya suka musik, maka kemudian saya bikin musik. Saya cinta Bahasa Jawa sudah sejak masih kuliah di ISI tahun 2011, jadi bukan karena sok-sok an dan mengikuti trend. Waktu itu saya ikut teater keliling kampung dengan menggunakan Bahasa Jawa,” papar Kukuh saat ditemui Senin (9/8/2021).

Kukuh bilang, proses penciptaan lagu “Mendung Tanpo Udan” memakan waktu kurang lebih tujuh bulan. Ini karena minimnya bujet dan menyempurnakan materi. Menurutnya, lagu ini bakal punya nafas panjang nantinya. Untuk produksinya sendiri dilakukan di Jakarta dibantu oleh Kris Sagara yang juga seorang pencipta lagu dan Anas (Yogyakarta) sebagai peniup terompet.

Setelah sukses dengan lagu “Mendung Tanpo Udan”, Agustus ini Kukuh merilis lagu barunya yang berjudul “Udan Tanpo Mendung”. Nantinya lagu ini akan mempunyai episode satu hingga sekian dan saling berkaitan sehingga lagu ini akan punya cerita.

Kukuh mengawali kiprahnya di blantika musik Yogya sejak 2014 dengan bergabung di grup music Sri Rejeki hingga sekarang. Pernah pula mempunyai band hardcore di Madiun. Kesibukannya saat ini banyak menghabiskan waktu untuk menulis lagu, bermain film dan menulis ide-ide visual tentang lagunya. (Kn)

BERITA REKOMENDASI