Rifky Wicaksono, Pernah Gagal UN SMA Kini Raih Master Hukum Harvard University

Editor: KRjogja/Gus

MUHAMMAD RIFKY WICAKSONO (28) menjadi salah satu dosen termuda di Fakultas Hukum UGM saat ini. Ia baru saja mendapat gelar Master Hukum di Harvard University dan resmi diwisuda Mei 2021 lalu.

Tidak main-main, Rifky berhasil lulus dengan mengantongi dua penghargaan yakni Dean’s Scholar Prize karena mendapatkan nilai tertinggi untuk dua mata kuliah, yaitu Mediation dan International Commercial Arbitration juga mendapatkan predikat Honors untuk tesisnya yang merumuskan ‘theory of harm’ baru untuk hukum persaingan usaha Indonesia dalam menganalisis merger di pasar digital.

Rifky mengaku meski kini berstatus Master dari Harvard, namun sejarah perjalanan dunia akademisnya tak dilewati dengan mulus. Siapa sangka, ia pernah gagal Ujian Nasional (UN) SMA sebelum kemudian berhasil masuk ke Fakultas Hukum UGM.

“Saat itu kebetulan saya memang sedang menyiapkan diri mengikuti lomba debat internasional. Mungkin agak lengah belajar, berjuang, dan bekerja keras mempersiapkan Ujian Nasional. Saya gagal saat itu tapi kemudian belajar bahwa kesuksesan tidak bisa instan dan hanya mengandalkan bakat, tapi perjuangan kita saat menjalani proses itu ternyata lebih penting,” ungkapnya melalui rilis tertulis yang diterima KRjogja.com, Kamis (10/6/2021).

Selama berstudi di FH UGM ia membayar tuntas kegagalan di SMA dan berhasil menorehkan prestasi penghargaan sebagai Mahasiswa Berprestasi FH UGM 2012. Selain itu, bersama dengan tim mahasiswa FH UGM ia berhasil menjadi juara nasional dan kemudian mewakili Indonesia pada lomba peradilan semu Phillip C Jessup International Law Moot Court Competition.

Ia pun berhasil lulus dari FH UGM pada tahun 2014 dengan IPK yang nyaris sempurna yaitu 3,95. “Mungkin memang benar bakat dan kecerdasan tidak cukup menjadikan seseorang sukses kalau tidak diasah. Tetap harus berjuang, bekerja keras, dan berdoa,” sambung dia.

Sempat bekerja di firma terkemuka, Assegaf Hamzah and Partners, Rifky memutuskan untuk kembali mengabdikan diri di UGM sebagai asisten dosen karena ingin berkontribusi dalam mendidik generasi masa depan FH UGM. Kemudian pada 2016 ia mencoba peruntungan mengikuti seleksi beasiswa Jardine Foundation yang berhasil mengahantarkannya menamatkan studi S2 di Oxford pada 2017.

BERITA REKOMENDASI