Sunarno, Sang Legenda Bulutangkis Yogyakarta

Editor: KRjogja/Gus

Sunarno bukanlah ‘jago kandang’ yang prestasinya sebatas untuk level DIY. Di tingkat DIY-Jateng, di Kejuaraan Moenadi Cup dan Abdul Kadir Cup, prestasi juga pernah diraih. Di kejuaraan yang melahirkan pemain-pemain nasional itu, pada tahun 1985 bersama Hanggoro berhasil naik ke podium sebagai juara III Kejuaraan Moenadi Cup dan Abdulkadir Cup. Saat itu, juara I diraih Basri Yusuf/Armunanto (Kudus), juara II Suyoto/Mulyanto (Purwodadi), dan juara IV Pek Ling Wuryanto/Ignatius Rusli (Kudus).

Sunarno bertutur pada saat bermain untuk kelas remaja, taruna dan dewasa, dirinya lebih sering memperkuat PBSI Gunungkidul. Hal itu dikarenakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dimiliki dari Kabupaten Gunungkidul. “Waktu itu saya ikut Pak Lik di Gunungkidul,” jelasnya. Tetapi untuk kejuaraan antarklub, dirinya mewakili PB Sinar Mataram dan PB Setia Kawan.

Bukti mengenai hal itu, tahun 1975, juara I ganda dewasa PBSI Gunungkidul, tahun 1976 juara II antar cabang PBSI DIY (mewakili Gunungkidul), dan juara II tunggal Kejurda DIY. Tahun 1977 juara III ganda Kejurda PBSI DIY juara tunggal Kejurda PBSI DIY, juara antarcabang PBSI DIY (anggota PBSI Gunungkidul), tahun 1978, juara II ganda Kejurda PBSI DIY, 1979 Juara I ganda Kejurda DIY, dan 1980 juara I ganda Kejurda DIY. “Di tingkat nasional, saat Kejurnas 1980 di Palembang, saya masuk delapan besar ganda putra dan ganda campuran, sekaligus terpilih sebagai anggota Pra-Pon DIY di Mataram NTB,” jelas Sunarno. (Haryadi)

BERITA REKOMENDASI