Ulet Jual Gorengan dan Bubur, Rahayu Raih Gelar Dokter

Jual bubur. Itulah bisnis modal kecil yang riil bisa dilakukan. Kebetulan dapat pinjaman tempat strategis. Sambil jual bubur, Ayu cari-cari lowongan kerja. Dia mendaftar CPNS Kabupaten Purbalingga, kemudian diterima. “Saya baca pengumuman CPNS yang diterima dari koran. Tukang korannya nyeletuk, ternyata yang jual bubur itu dokter,” ucapnya sambil tertawa.
Beberapa bulan proses sampai SK CPNS diterima, dia tidak jualan lagi karena ada persoalan internal keluarga. “Saya menumpang di rumah budhe. Untuk biaya makan sehari-hari tentu kesulitan lagi karena tidak jualan. Meminta bantuan teman yang kemudian dikirim untuk makan,” akunya.

Setelah dinas, pada 2011-2012 Ayu iseng bawa makanan ke Puskesmas Karangjambu. Lokasi Puskesmas tersebut jauh dari warung. Ayu menangkap itu sebagai peluang. Dia titipkan juga di Puskesmas Karanganyar kadang mampir Puskesmas Karangreja. Semangat bisnisnya tidak padam, meski udah bekerja, lumayan untuk biaya bensin.

‘Kantin Kejujuran’, namanya. Oulet makanan tersbut tidak dijaga. Ada gorengan, jus, cap cay, mie, dan lain lain. Waktu itu absensi belum ada finger print, jadi dia masih bisa sering telat nunggu gorengan matang.
Pernah pula jualan ayam goreng. Tapi saat itu ditentang ibu mertua dari suami pertama. “Sarjana (dokter) kok jualan ayam goreng,” kata sang mertua.

Akhirnya warung pun ditutup. Padahal sudah berencana promosi ke kantor kantor. Tahun 2013 dipindah tugas. Dia harus cari kontrakan yang dekat. Setahun kemudian ada kontrakan di pinggir jalan. Untuk biaya sewa rumah dan peralatan praktek, dia jual motor dan kredit bank. Kursi gigio hanya beli bekas, namun masih layak.

Sambil praktik, disambi jualan alat peraga edukatif, kerajinan, buku dan ada perpustakaan sebagai sampingan usaha suami. Jalan berliku masih dilalui Ayu. Pernah terperosok dalam bisnis MLM. Rumah tangga dengan suami pertama pupus di tengah jalan.

Baru kemudian dia menikah lagi dan bertemu dengan suami yang punya riwayat perjuangan hidup hampir sama. “Sayta bersyukur bisa hidup tenang bersama keluarga. Anak-anak sehat, fasilutas untuk kehidupan sehari-hari, alhamdulillah bisa kami miliki,” ucapnya penuh syukur. (Daryanto Widagdo)

BERITA REKOMENDASI