Lili, Tak Punya Tangan dan Kaki, Namun Berkarya Luar Biasa

user
danar 16 Juni 2022, 18:30 WIB
untitled

KIMBERLY APRILIA HAREFA (26) memang lahir tanpa tangan dan kaki. Namun, ia tidak menyerah dan berpangku tangan meski memiliki fisik yang tak sempurna.

Dengan segala yang dimilikinya, ia berusaha meraup penghasilan lebih guna membantu orangtuanya. Melalui Live Streaming di GoPlay, gadis yang akrab disapa Lili itu menunjukkan bakatnya di dunia menggambar.

Sehari-hari, Lili bekerja sebagai staf HRD di salah satu lembaga pendidikan di Surabaya. Tugasnya adalah untuk mengurus keberadaan guru baru dan berkonsultasi dengan wali murid di mana setiap bulan, ia menerima upah tak lebih dari Rp1 juta yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi.

Adiknya terlahir dengan kondisi tubuh normal, dan juga berusaha membantu perekonomian keluarga. Hal tersebut, memacu Lili sebagai anak pertama untuk tidak berpangku tangan, yang lantas membuatnya menjajal peruntungan di dunia kreator konten.

Selama beberapa waktu belakangan, perempuan berusia 26 tahun ini mulai menjajal keuntungan dengan melakukan Live Streaming di aplikasi GoPlay. Siapa sangka, sejak hari pertama, Lili sudah mendapatkan puluhan penonton serta menerima hadiah virtual dengan nominal ratusan ribu Rupiah.

Mulanya, Lili terkejut saat menerima hadiah virtual. Ia juga sempat tidak menyangka, jika hadiah yang dikirimkan penonton bisa diuangkan setiap akhir bulan, di mana dalam satu kali siaran, Lili bisa mendapat hadiah antara Rp200 hingga Rp250 ribu.

“Ibu mau buka warung penyet, tempe penyet, lele penyet. Saya mau kasih ke ibu, buat tambah-tambah modal,” ungkap Lili dalam diskusi “Difabel Produktif di Internet” yang difasilitasi oleh Yogyakarta Startup Foundation.

Perempuan yang memiliki nama akun di GoPlay, HelloKim ini kini memiliki jadwal khusus untuk melakukan Live Streaming. Mulanya ia sempat membutuhkan bantuan agensi dalam mengatur ponsel edan tripod menjelang Live Streaming, namun kini Lili hanya membutuhkan panduan sesekali lewat panggilan telepon.

Dalam Live Streamingnya, Lili menyuguhkan konten menggambar sebagai bakat yang telah dimiliki sejak TK. Ia sudah sering menjuarai ajang menggambar, terutama yang mengangkat tema pemandangan sejak duduk di sekolah dasar.

“Nggak nyangka juga bisa dapat uang dari live streaming online. Saya bersyukur sekali bisa menggunakan bakat yang saya miliki untuk berkarya dan mendapatkan penghasilan,” sambungnya.

Lili menggunakan mulut untuk memegang pensil, pena atau alat menggambar. Ia kerap mengalami kesulitan jika menggambar di kursi roda karena jarak antara mulut dan media gambarnya cukup jauh yang membuat badannya mudah merasa lelah.

Sementara, Koordinator Yogyakarta Startup Foundation, Anggoro mengatakan solusi-solusi teknologi seharusnya tidak bias pada satu kelompok masyarakat. Internet mestinya bisa membuka ruang luas bagi semua kelompok, khususnya masyarakat penyandang disabilitas

“Dan ternyata live streaming cocok untuk Lili. Penonton di live streaming Lili di GoPlay mungkin cuma 40 tapi mereka langsung berinteraksi. Kadang solusi lain, kreator harus punya followers ribuan, ratusan ribu, untuk bisa mendapat penghasilan,” pungkas Anggoro pada kesempatan Live Streaming yang sama. (Fxh)

Credits

Bagikan