Pandemi Covid-19, Pendapatan IKM Asal Kalasan ini Melonjak 100 Persen dan Tembus Pasar Italia

user
redaksi 27 Mei 2022, 10:04 WIB
untitled

PANDEMI Covid-19 membuat sektor ekonomi nasional terpengaruh. Semua sektor mengalami dampak buruknya. Termasuk IKM manufaktur yang sempat ikut terimbas.

Tak mau terpuruk lebih lama, PT Sinar Mulia Teknalum (Simultek) yang berlokasi di Dhuri, Kalasan, Kabupaten Sleman Peopinsi DIY menjadikan cobaan sebagai langkah lebih kreatif untuk lebih kreatif, bahkan lebih maju di era Covid-19.

Pemilik Simultek, Fachrurozi Nurhidayat menuturkan pandemi yang terjadi lebih dari setahun terakhir ini, tentu berdampak pada bisnis yang dijalankannya.

Bahkan, di awal pandemi, tepatnya bulan Maret 2020, Simultek mengalami sepi order. Karena itu, perusahaan yang sudah beroperasi sejak tahun 2010 ini harus mengatur siasat agar mampu bertahan. Padahal sebelum pandemi Simultek memproduksi komponen otomotif untuk after market dan di masa pandemi ini jugalah melakukan diversifikasi produk dengan melakukan inovasi dalam pembuatan produk alat kesehatan.

“Saat Simultek sepi order, kami diperkenalkan oleh YDBA dengan PT Sarandi Karya Nugraha. Dengan semangatnya, kami bertemu dengan Pemilik PT Sarandi, yaitu Bapak Isep. Dengan keunggulan kami dalam product development, Pak Isep pun mempercayakan kami membuat empat macam produk yang dibutuhkannya,” ucap Rozi.

Dia menjelaskan pandemi Covid-19 membawa berkah dalam usahanya karena PT Sarandi membutuhkan alat kesehatan yang jusru banyak dipesan selama masa pandemi. Salah satunya adalah casing lampu untuk operasi dengan berbagai ukuran namun kualitasnya harus di atas rata-rata.

"Kami mulai melakukan riset dan berhitung terhadap pesanan dari PT Sarandi. Sebenarnya bisa dilakukan bila menggunakan teknologi Injection Die Casting, namun biaya materialnya sangat mahal. Satu cetakan saja bisa menghabiskan dana Rp500 juta," kata Rozi kepada wartawan belum lama ini.

Rozi menjelaskan setelah melakukan riset mendalam akhirnya menggunakan sistem teknologi Gravity Die Casting dan sebenarnya bisa dilakukan oleh IKM manufaktur biasa. Namun, Simultek mampu membuat cetakan setara dengan teknologi Gravity Die Casting dengan memakai besi berkualitas namun harganya murah.

"Kami memilih teknologi yang ditengah -tengah. Sebenarnya ada juga teknologi atau sistem Sand Casting untuk pola cetakan dan turunannya yang dilakukan oleh pengusaha IKM di Ceper. Namun, ada kekurangan dan dengan menggunakan Gravity Die Casting Simultek membuat rongga cetakan yang sama dengan sistem Injection sehingga cost lebih murah namun kualitasnya setara. Akhirnya Sarandi memesan ribuan alkes itu," tandasnya.

Berkat kolaborasi tersebut, Rozi menambahkan order yang diberikan PT Sarandi dapat membantu memulihkan bisnis Simultek dengan peningkatan sekira 10 persen dibandingkan kondisi di awal pandemi, sehingga di tahun 2020 tidak terjadi penurunan omzet. Bahkan, hingga memasuki tahun 2021 omzetnya melambung 100 persen untuk semua produk. Sebab, banyak pelanggan baru yang memesan produk lainnya.

Pandemi Covid-19, Pendapatan IKM Asal Kalasan ini Melonjak 100 Persen dan Tembus Pasar Italia Karya produksi PT Simultek yang tembus pasar Italia

Kondisi tersebut tidak membuat Rozi lengah. Berbekal pengalaman bekerja puluhan tahun di industri serupa menambah ide kreatifitasnya. Misalnya mampu menghasilkan adaptor disc brake untuk vespa. Melalui alatnya ini Vespa keluaran lama yang masih diminati masyarakat Indonesia ini bisa dipasangi rem cakram layaknya vespa keluaran baru produksi Italia.

"Adaptor disc brake ini lengkap dengan bracket kalipernya sehingga Vespa lama bisa dipasangi rem cakram sepeti keluaran baru. Produk ini sudah membanjiri market place dan pasti sudah sampai tembus ke luar negeri, termasuk Italia," ungkapnya bangga.

Dia menambahkan pesanan datang dari Laksana sebagai karoseri bus Transjakarta yang minta dibuatkan untuk dudukan kursi penumpang (arm rest). Namun, tetap menggunakan logam berkualitas agar tetap awet saat digunakan dan bisa menembus padar ekspor.

Uniknya, pesanan datang setelah seluruh badan bus terangkai sehingga harus melakukan penyesuaian dan pengukuran ulang di setiap sisinya.

Fakhrurrozi Nurhidayat mengaku mendapatkan banyak pengetahuan dan ilmu, untuk mendorong performa perusahaan.

Dia mengatakan, pemanfaatan teknologi digital bisa mendorong efisiensi. Dengan aplikasi digital ini, pihaknya bisa meningkatkan angka produksi.

Melalui inovasi teknologi digital ini, jelas Rozi mampu merancang modul produksi dari IKM, mengkonfigurasi sistem Enterprise Resource Planning (ERP) sesuai kebutuhan IKM, dan melatih karyawan perusahaan untuk menjalani user training aplikasi sistem ERP.

"Sistem ERP ini memungkinkan PT Sinar Mulia Teknalum melakukan perencanaan produksi dengan lebih mudah, mendapatkan informasi efisiensi proses produksi, mengevaluasi kapasitas mesin, dan efektivitas tenaga kerja di lapangan".

PT Simultek, imbuh Rozi mampu menjadi pemasok (supplier) pada industri lokal meliputi produk otomotif, sparepart mesin, alat-alat rumah tangga dan barang-barang mebel.

"Kalau dulu tidak menggunakan aplikasi, kami bekerja dengan cara manual dan sangat tidak efesien. Banyak mesin yang menganggur dan lain sebagainya. Tapi dengan aplikasi ini, kami lebih bisa memantau setiap proses bisnis dengan lebih mudah, cepat dan akurat. Dampaknya apa?. Tentu saja manajemen akan lebih cepat mengetahui hal-hal yang tidak baik dan bisa sesegera mungkin mengambil keputusan. Sangat memudahkan dan jelas efisien,” katanya.

Pandemi Covid-19, Pendapatan IKM Asal Kalasan ini Melonjak 100 Persen dan Tembus Pasar Italia Proses produksi PT Simultek Cangkringan, Kalasan

Karena itu, Dia mengingatkan teman-teman IKM lain untuk mau berkembang dan tidak hanya mengharapkan bantuan dari pemerintah atau pihak lain. Selain itu mau berkolaborasi dan terus mengembangkan diri. Bahkan, beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

"Jangan sampai IKM itu (industri) Idup Kemudian Mati. Lalu ada bantuan atau dalam kondisi tertentu Idup lagi dan Mati lagi. Intinya, jangan menunggu dikembangin orang lain. Kalaupun ada sesuatu yang diterima ya anggap saja bonus," pungkasnya.

Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) selama ini terus mendorong pertumbuhan UMKM. Termasuk mendorong terciptanya kolaborasi antar UMKM maupun antar perusahaan menjadi salah satu kunci untuk mendukung pertumbuhan UMKM.

Sebagai binaan UMKM katagori mandiri, PT Sinar Mulia Teknalum (Simultek) tekah mengikuti berbagai program pelatihan dan pendampingan yang diselenggarakan YDBA.

Misalnya seperti pelatihan basic mentality, pelatihan dan pendampingan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin), pelatihan LK3 (Lingkungan dan Keselamatan Kerja), pelatihan cost calculation dan quality circle control untuk UMKM manufaktur, pelatihan service advisor dan standar pelayanan bengkel bagi UMKM bengkel roda empat. (*)

Credits

Bagikan