Cerita Pebisnis Hampers Yogya Bertahan 11 Tahun, Perlakukan Konsumen Seperti Teman

user
Ary B Prass 13 April 2022, 14:47 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Parcel atau yang kini sering disebut hampers dan souvenir menjadi salah satu hal yang eksis saat ini, terutama di momen jelang hari besar seperti Idul Fitri. Bisnis pembuatan hampers pun terus mengalami pertumbuhan dan berkembang termasuk salah satunya di wilayah Yogyakarta.

Adalah, Swanika Chandra, salah satu perempuan yang bergerak di bisnis hampers di Kota Yogyakarta. Tidak main-main memang, ia merintis usaha tersebut 11 tahun lalu dan terus berkembang hingga kini.

Awalnya ia memulai dari skala kecil, menjual hampers atau souvenir sebagai sarana menyalurkan hobi. Menata hiasan demi hiasan, mengembangkan imajinasi dan kreativitas yang memiliki nilai estetis sekaligus di sisi lain menghasilkan nilai ekonomis.

“Dulu bisnis hampers atau souvenir diidentikkan dengan buah tangan atau oleh-oleh, kalau kita habis bepergian dari suatu tempat. Tapi berbeda sekarang, hampers sudah jadi gaya hidup atau lifestyle baik bagi perseorangan ataupun korporat. Di beberapa acara perayaan khusus misalnya ulang tahun, lamaran, pernikahan, kelahiran bayi bahkan untuk memperingati acara khusus lainnya, semuanya menggunakan hampers atau souvenir sebagai tanda kasih dari pemilik hajat kepada para tamu undangan. Begitu pula dengan layanan korporat, kini sudah menjadi hal yang umum, bagi perusahaan menggunakan produk hampers atau souvenir untuk membantu meningkatkan citra diri korporat branding. Selain itu di momen Hari Raya Idul Fitri, atau Natal, kebutuhan akan souvenir atau hampers akan meningkat cukup signifikan,” ungkapnya ketika berbincang pada wartawan, Rabu (13/4/2022).

Dari skala kecil dengan brand @swansouvenir.id, usaha Swanika berhasil tumbuh dan berkembang hingga 11 tahun di Yogyakarta. Tidak mudah memang menurut dia, namun kreativitas dan keseriusan berkarya, mengikuti mode membawa hal positif bagi usahanya yang kini resmi berubah label menjadi @swan.sc.

“Ini juga alasan saya tidak takut melakukan perubahan, membuat brand semakin fresh sehingga membawa aura positif baru untuk saya dan konsumen. Bisnis hampers atau souvenir ini akan terus berkembang jadi kita memang harus mengikuti dan mengasah kreativitas. Tapi paling penting kita harus suka dulu dengan hal ini,” lanjut Swanika.

Selama berbisnis hampers, Swanika selalu memposisikan konsumen sebagai teman, bukan raja. Hal ini pula yang membuat konsumennya merasa nyaman karena memiliki partner berbincang sehingga tidak merasa kebingungan dalam memilih.

“Biasanya beberapa customer datang hanya untuk showing case atau lihat-lihat dulu, nah dari situ kita biasanya akan ajak ngobrol dan memberi masukan termasuk untuk menyelaraskan kebutuhan, budget dan keinginan sehingga terpilih hampers atau souvenir yang sesuai. Kami memperlakukan customer bukan hanya sebagai raja, tapi lebih ke arah teman. Kalau sebagai raja, kita hanya sendiko dawuh alias manut saja, meski kita tahu kadang ada keinginan kurang sesuai dengan hasil yang ingin dicapai. Nah kalau sebagai teman, kita bisa memberikan input atau masukan tentang bagaimana baiknya, sehingga nantinya hasil atau output yang ada bisa maksimal,” urainya.

Selain merawat konsumen seperti teman, Swanika juga mengaku harus jeli melihat momentum untuk berjualan. Misalnya saat ini, di bulan Ramadhan mendekati Idul Fitri, ia membuat kreasi spesial dengan tema yang sesuai dan menarik.

“Misalnya di momen saat ini, kami buat Eid Mubarak Hampers Package, yang di dalamnya  berisi puffy bag, travelling pray mat, Al-Quran, coin purse, acrylic chain yang bisa di custom dengan nama pemilik ataupun nama korporat, dust bag dan greeting card. Kreativitas-kreativitas seperti ini yang kemudian terus kami lakukan,” pungkas dia. (Fxh)

Credits

Bagikan