Kehilangan Ibu jadi Motivasi Dirikan Apotik

user
Ary B Prass 18 Februari 2022, 21:47 WIB
untitled

ADALAH Agustinus Safirin, putra Flores yang harus kehilangan mamanya, Elisabeth Ester Lusur di tahun 1982 karena sakit keras dan tak tertolong karena terlambat mendapatkan obat. Saat itu, Agustinus Sarifin masih duduk di bangku SD dan harus menempuh waktu 10 jam ke Kota untuk membeli obat, karena apotik memang berada di kota. Dari sinilah kemudian terbesit keinginannya membuat apotik yang ada di pelosok-pelosok desa agar bisa membantu masyarakat di daerah terpencil yang umumnya banyak masyarakat tak mampu.

Setelah merantau dan sukses bekerja di Jakarta, Agustinus kemudian merealisasikan cita-cintanya dengan menekuni usaha apotik yang khusus dibukanya di daerah pelosok, yakni di Flores, Nusa Tenggara Timur. Kini sudah ada 10 apotik yang dinamainya Apotik Peduli.

Di Kota Semarang, Agustinus Sarifin mulai mengembangkan Apotik Peduli di wilayah Kelurahan Palebon, Pedurungan, Kamis (17/2/2022). Ini pun atas pertimbangan belum ada apotik yang dekat dengan wilayah Palebon.

"Saya memang mendasarkan pada kepentingan sosial. Dimana apotik yang saya beri nama Peduli ini harus benar-benar bisa membantu masyarakat yang membutuhkan obat. Ini karena pengalaman saya bagaimana nasib orang tua saya yang tak sempat mendapatkan obat karena memang sulitnya saat itu untuk menemukan apotik. Akhirnya tak tertolong dan meninggal sebelum saya datang membawakannya obat. Karena itu saya ingin membantu masyarakat di sekitar apotik yang saya dirikan," ungkap Agustinus Sarifin didampingi Paulus Pangka SH, sahabat sejak SMP ketika di Flores.

Apotik Peduli yang ke-10 ini dibukanya di Kota Semarang. Menurut Agustinus sangat mungkin ada apotik-apotik Peduli lainnya yang akan menyusul. Asal dimana saya temukan ada daerah yang ada penduduknya namun tak ada apotik, kemungkinan saya akan mendirikannya di sana.

Apotik Peduli mirik Agustinus Sarifin ini dilengkapi oleh apoteker dan tenaga medis yang bisa melakukan diagnosa penyakit ringat seperti kolesterol, tekanan darah hingga gejala diabetes. Oleh karena itu apotik ini memberikan layanan gratis kepada masyarakat untuk melakukan pengecekan tensi, asam urat, gula darah dan kolesterol.

Meski dalam daftar tutup hingga pukul 22.00 WIb, menurut Sarifin apotik Peduli memiliki jam layanan hingga 24 jam non stop. Artinya siapapun yang membutuhkan obat akan dilayaninya, bahkan pesanan siap diantar ke pemesan.

"Kami punya prinsip, melayani kebutuhan obar pasien secepat dan setepat mungkin. Pengalaman masa lalu kami selalu menjadi motivasi agar tidak terlambat melayani," ungkap Agustinus Sarifin.

Dirinya pun berencana akan mengembangkan Apotik peduli hingga pelosok-pelosok Jogjakarta. "Saya kebetulan punya anak dokter dan prakek di Kota Jogja. Oleh karena itu saya ingin membantu masyarakat di Jogja, khususnya di daerah pelosok yang belum dijangkau apotik," kata Agustinus Sarifin.

Pertimbangan mengembangkan Apotik Peduli juga dilatarbelakangi kasus Covid 19 yang merebak hingga pelosok desa. Sehingga keberadaan apotik dipandangnya sangat perlu dan dibutuhkan. (Cha)

Credits

Bagikan