My Nitro, 'ATM Nitrogen' Ternyata Karya Anak Yogya

user
danar 07 Januari 2022, 13:31 WIB
untitled

KEBUTUHAN Nitrogen di Indonesia semakin tinggi sejalan dengan bertambahnya jumlah kendaraan di jalanan juga pengetahuan pengendara tentang keunggulan nitrogen dari udara biasa untuk mengisi ban kendaraan. Ukuran udara pada ban dengan Nitrogen tidak akan banyak berubah meski suhu naik karena cuaca maupun penggunaan di atas aspal yang panas.

Namun kebutuhan ini ternyata belum sejalan dengan stasiun pengisian Nitrogen yang saat ini umumnya hanya tersedia di SPBU di Indonesia. Situasi tersebut lantas membuat anak-anak muda Yogya dari Widya Robotic menginisiasi My Nitro bersama CV Mucha Persada dan PT Aneka Gas Industri (Samator).

My Nitro merupakan alat dengan layanan terpusat pom nitrogen dan tambal ban yang dapat digunakan secara otomatis dan self service seperti mesin ATM. Target pengguna My Nitro ini adalah pengendara yang ingin menjaga kualitas ban dan kendaraannya agar lebih tahan lama serta kemudahan pada proses pengisiannya.

Awal Rahandito, Product Manager Widya Robotics untuk project My Nitro mengungkap, proses pengembangan alat tersebut melibatkan calon pengguna untuk mencoba sebagai bahan mengembangkan data. Setelah My Nitro versi pertama rampung, selanjutnya dilakukan juga pengembangan berdasarkan feedback yang diterima yakni peningkatan performance supaya proses pengisian nitrogen bisa dilakukan lebih cepat.

“Proses pengembangan My Nitro dimulai pada tahun 2019 dan resmi launching pada bulan Juli 2020. Saat ini sudah digunakan di 34 lokasi di 18 kota diantaranya, di rest area tol Jakarta - Semarang, beberapa SPBU di Serang, SPBU di Bandara Soekarno Hatta, beberapa SPBU di Bandar Lampung, beberapa SPBU di Palembang, Balikpapan dan Pontianak. Tahun 2022 ini My Nitro mulai dipasarkan secara umum dan diproduksi massal,” ungkapnya pada wartawan, Jumat (7/1/2022).

My Nitro dikreasi sebagai solusi untuk pengguna yang kesulitan melakukan pembayaran atau sudah mengurangi penggunaan uang cash. Pembayaran bisa dilakukan secara cashless karena My Nitro sudah terhubung dengan beberapa layanan dompet digital dengan QRIS.

“Alat ini dapat dioperasikan secara mandiri atau self service oleh pengendara. Caranya dengan memilih jenis kendaraan, memilih layanan, mengisi data jumlah ban untuk dilakukan pengisian nitrogen atau tambal ban, kemudian melakukan pembayaran. Setelah pembayaran selesai, pengendara dapat melakukan pengisian udara nitrogen sesuai data yang telah diisi,” sambung dia.

Siapapun dapat memiliki pom pengisian nitrogen My Nitro ini sebagai lahan usaha dan ditempatkan di lokasi fasilitas publik seperti SPBU, minimarket, tempat parkir umum dan lainnya. Selain itu, setiap penjualan dan keputusan akan diolah dalam bentuk analisa dan tersimpan di database dengan aman dan aktual.

“Jadi pemilik My Nitro tidak perlu melakukan pengecekan setiap hari ke lokasi My Nitro. Cukup ke halaman dashboard bisnisnya melalui gawai setiap saat dan dari mana saja, karena alat ini terintegrasi dengan layanan jaringan internet,” pungkas dia. (Fxh)

Credits

Bagikan