Rahasia Dibalik Melejitnya Kafe Taru Martani, Bangunan Heritage Tambah Kesan Menarik

user
jono 06 Januari 2022, 09:44 WIB
untitled

DI TENGAH menjamurnya kafe dan kemudian datang pandemi Covid-19, sejumlah kafe diantaranya bertahan. Bahkan malah ada yang melejit. Salah satu di antaranya, Taru Martani Coffe & Resto yang berada halaman pabrik cerutu milik Pemda DIY, PT Taru Martani.

Grafik usaha kafe ini seperti mengikuti usaha induknya, yang kini juga melejit dengan omzet produksi cerutu 4-5 kali lipat sejak pergantian manajemen pada tahun 2018. Awalnya, kafe ini saat buka pada tahun 2,5 tahun lalu, hanya dengan tenaga 3 orang saja. Kini seiring dengan membludaknya tamu, saat ini mempekerjakan 32 karyawan. “Prinsip dalam menjalankan usaha kafe, bagaimana pengunjung menikmati. Tidak hanya sajian, tapi pelayanan. Karena kafe itu kan melayani orang nongkrong. Sehingga harus menciptakan kesan yang baik,” ujar Direktur PT Taru Martani, Drs Nur Achmad Affandi MBA berbagi kisah kepada para pedagang Zona Kuliner Pasar Pasty dengan didampingi Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Yunianto Dwi Sutono dan jajarannya, Rabu (5/1/2022).

Rombongan pedagang dipimpin ketua paguyubannya, Marhanus Hastono. Sedangkan Yunianto didampingi Kepala Bidang Pasar Rakyat Gunawan Nugroho Utomo, Kepala UPT Pasty Agus Purnomo dan Bakoh Tupon Langkir Hadi dan Fajar Agung. Kehadiran para pedagang tersebut dalam upaya menimba ‘ilmu’ dan pengalaman untuk membangkitkan zona kuliner Pasty.

Dalam pertemuan itu, dijelaskan banyak oleh Nur Achmad mengenai kisah Taru Martani Coffe & Resto. Faktor yang harus di perhatikan sangat banyak, namun semuanya berujung pada kepuasan tamu. “Dari hal kecil, sendok saja, tidak boleh asal sendok yang dipakai. Harus yang bagus, dan menunjukkan kafe ini memiliki kelas. Meski demikian, dalam segi harga, bersaing, tidak mahal. Sehingga tamu datang lagi tidak hanya karena enak, tetapi juga layanan, termasuk keramahan para pelayan,” ujarnya.

Dikemukakan, pelayan akan melayani dengan baik, murah senyum jika kebutuhan termasuk gaji cukup, bahkan lebih. Sangat sulit jika diminta melayani, jika gaji minim, bahkan jauh di bawah UMR. “Kelebihan gaji yang cukup, maka karyawan akan betah dan pada akhirnya menguasai menu hingga keunggulan menu yang disajikan. Ketika mendapat pertanyaan dari tamu, memberikan penjelasan yang lengkap,” ujar mantan Ketua Kadin DIY ini.

Rahasia Dibalik Melejitnya Kafe Taru Martani, Bangunan Heritage Tambah Kesan Menarik

Selain itu, faktor kontrol dari manajemen sangat penting. Kalau mau berkembang, maka usaha harus ditongkrongi terus, sehingga tahu persis mana kelemahan dan kelebihan. Jika ada kekurangan, diperbaiki. Sedangkan ada kelebihan maka dipertahankan dan ditingkatkan. “Mencari respons tamu juga penting,” ujarnya.

Ditegaskan Nur Achmad, menjaga standar mutu makanan dan minuman, termasuk higenis sangat penting. Jangan sampai ada yang komplain. Apalagi saat ini tamu yang mayoritas anak muda, selalu menggunakan media sosial. Jika puas, maka akan share di media sosial. Namun jika tidak puas, maka menyampaikan di media sosial.

“Tak dipungkiri, kami mengunakan media sosial untuk promosi. Namun kita harus siap betul dari aspek pelayanan. Kalau tidak siap, maka mendapat penilain yang kurang, yang dituangkan di peringkat di media sosial,” ujar Manager Taru Martani Coffe & Resto, Andi yang hadir bersama Kepala Divisi Pemasaran PT Taru Martani mendampingi Nur Achmad.

Faktor lainnya, aspek psikologi bangunan. Menurut Nur Achmad, pihaknya terbantu dengan keberadaan bangunan Heritage Taru Martani yang berdiri sejak 1918. Bangunan ini selain ditulis nama perusahaan, juga ditambahi tahun berdirinya.  Dengan sorotan lampu yang ini, menjadi spot foto yang utama. Ternyata menjadi ajang selfi para tamu selesai menikmati hidangan. “Menariknya, hasil foto dishare di media sosial. Dan ini menjadi sarana promosi bagi kita,” ujar Nur Achmad. (Jon)

Credits

Bagikan