Dirut Bank BPD DIY Buktikan Terus Berkembang Bersama

user
danar 15 Desember 2021, 14:41 WIB
untitled

KINERJA Bank BPD DIY terus bertumbuh di tengah pandemi Covid-19 selama 2021. Hal ini tercermin dari keberhasilan Bank BPD DIY menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 14,11 triliun yang naik 30,59 persen secara tahunan (yoy). Penyaluran kreditnya pun tercatat cukup memuaskan yang naik 8,72 persen menjadi Rp 9,19 persen.

Selain capaian kinerja yang memuaskan, Bank BPD DIY telah bertransformasi dengan melakukan elektronifikasi transaksi dan digitalisasi perbankan. Bank plat merah Pemda DIY yang memasuki usia yang ke-60 tahun ini telah terbukti menjadi bank yang berkinerja baik dan terus berkemmbang bersama.

Atas torehan kinerja yang baik di tengah pandemi dan berbagai terobosan transformasi digital yang telah dilakukan dengan gemilang, menghantarkan Direktur Utama (Dirut) PT Bank BPD DIY Santoso Rohmad meraih TOP 100 CEO of The Year 2021 dari Majalah Infobank yang diselenggarakan di Shangri La Hotel Jakarta, Selasa (14/12/2021). Santoso dalam kesempatan penerimaan penghargaan tersebut menyampaikan terimakasih atas kepada seluruh stakeholder, karyawan dan mitra atas kepercayaan kepada Bank BPD DIY selama ini.

"Penghargaan ini didedikasikan bagi segenap pengurus dan pegawai Bank BPD DIY karena sejatinya sebuah prestasi, pencapaian dan keberhasilan adalah buah sinergi dan kolaborasi dari semua komponen dan jajaran di Bank BPD DIY. Penghargaan ini sekaligus menjadi hadiah dan kado terindah Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-60 Bank BPD DIY. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih kepada Majalah Infobank atas apresiasi yang diberikan," ujarnya.

Santoso menyebut penghargaan ini menjadi energi motivasi Bank BPD DIY untuk terus berkarya menatap masa depan dalam persaingan industri jasa keuangan perbankan yang semakin kompetitif. Diharapkan pula Bank BPD DIY dengan terobosan teknologi informasinya bisa menjawab tantangan zaman. Kiprah Santoso Rohmad sudah tidak diragukan lagi dalam industri jasa keuangan di DIY maupun di tanah air. Pernah memegang beberapa jabatan strategis hingga diberikan amanah untuk memimpin Bank kebanggaan masyarakat DIY ini sejak 2018 lalu, Santoso telah memberikan banyak kontribusi dan perwujudan nilai-nilai pertumbuhan berarti bagi Bank BPD DIY.

Tidak hanya itu, melalui tugas kepemimpinan di Bank BPD DIY, alumnus Magister Manajemen Universitas Islam Indonesia (UII) tersebut telah menjawab kepercayaan Pemda DIY untuk menjadi gerbong utama dalam lokomotif pertumbuhan ekonomi DIY dan sekitarnya melalui langkah-langkah strategis untuk mendorong keuangan inklusif dan peran sentral bagi pertumbuhan sektor-sektor vital di DIY, salah satunya UMKM dan bisnis mikro.

Dalam membangun pertumbuhan yang berkelanjutan, pria yang gemar bersepeda ini terus berupaya membangun sinergi antara Bank BPD DIY dengan Pemda setempat. Dengan demikian, bank pembangunan daerah ini bisa terusenjadiagen pembangunan dan pengelola keuangan daerah.

Industri keuangan sebagai salah satu gerbong utama dalam lokomotif perekonomian nasional membutuhkan insan-insan kepemimpinan terbaik yang perlu diaktualisasikan peran dan prestasinya. Untuk itu, bertepatan dengan Acara Infobank TOP 100 CEO 2021 yang merupakan acara Macro Economic Outlook 2022 dan Forum Micro Economic bertajuk Covid-19 & Megatrends Globally - Leading Continuous Banking Transformation in the Midst of Complexity, diberikan apresiasi kepada bankir-bankir terbaik yang telah berhasil memberikan nilai-nilai inovasi dan kemajuan berarti bagi bank yang dipimpinnya, serta memiliki langkah yang jelas dan terarah untuk mencapai visi keberhasilan transformasi dan pertumbuhan kinerja di masa datang.

Penghargaan ini merupakan apresiasi kepada bankir-bankir terbaik yang telah berhasil memberikan nilai-nilai dan kemajuan berarti bagi bank-bank yang dipimpinya serta langkah jelas dan terarah untuk mencapai keberhasilan visi transformasi dan pertumbuhan kinerja di yang akan datang. Ketidakpastian yang belum berakhir sebagai dampak dari pandemi Covid-19 menuntut para CEO harus mampu mengendalikan sejumlah faktor internal yang bisa menyebabkan kesulitan seorang leader dalam melewati sebuah krisis. (Ira)

Credits

Bagikan