Terpilih Jadi Duta Museum, Aulia Ingin Banyak Kaum Muda Kunjungi Museum Peninggalan Ki Hajar Dewantara

user
jono 08 Desember 2021, 14:50 WIB
untitled

TEKAD kuat untuk terus mempromosikan museum, khususnya Museum Dewanta Kirti Griya yang merupakan peninggalan Tokoh Pendidikan Nasional, Ki Hadjar Dewantara disampaikan mahasiswa Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, UIN Sunan Kalijaga, Aulia Rachma Diah. Apalagi wanita asal Tegal ini  yang baru saja dinobatkan sebagai Duta Museum Dewantara Kirti Griya masa bakti 2022-2023 dalam ajang pemilihan Duta Museum yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY.

Malam penobatan pemilihan duta museum DIY 2022 diadakan pada, Senin (29/11/2021) di Jogja City Mall. Sebelumnya, ke-38 finalis duta museum telah mengikuti serangkaian proses penilaian mulai dari seleksi administrasi dan wawancara. Serta mengikuti kegiatan pembekalan dan kunjungan permuseuman di Museum Sangiran dan Museum Tumurun Solo.

Bagi Aulia, Duta Museum adalah brand ambasador yang bertugas mempromosikan museum-museum yang ada di DIY. Bukan hanya sekedar memakai slempang saja, tetapi seseorang mampu mengangkat potensi yang dimiliki museum tersebut. Agar terus mengembangkan sebagai karya yang kontinyu, sehingga membuat pengunjung museum terus meningkat.

Museum Dewanara Kirti Griya, terdapat sejumlah peninggalan yang memungkinkan untuk mendalami sosok Ki Hadjar Dewantara dengan koleksi keseluruhan sekitar 3.000 buah yang meliputi, perabot rumah tangga, naskah, foto, koran, buku, majalah dan surat-surat, serta koleksi termuda berupa syair tahun 2003 karya Koh Hwat seorang keturunan Tionghoa.

Aulia menjelaskan bahwa, sebagai  duta museum akan membuat atau menawarkan program untuk mempromosikan museum, seperti seminar, lomba dan lain sebagainya. Program kerja yang dibuat tergantung dari duta museum dengan staf-staf museum tersebut.

“Misal, saya akan membuat perayaan setiap hari pendidikan nasional, atau membuat kolaborasi dengan komunitas yang ada di DIY dengan memiliki visi yang sama yakni pendidikan, basic museum dewantara kirti kriya kan pendidikan, dengan tujuan megembangkan, mengelola potensi-potensi yang ada di museum,” jelasnya.

Kepala Museum Dewantara Kirti Griya, Nyi Sri Mulyani, mengucapkan syukur, bahwa Aulia ditempatkan di Museum Dewantara Kirti Griya, karena ia berasal dari komunitas cakra. Sehingga memang sudah menjadi bagian dari keluarga museum.

“Jadi kita sudah mengenal, kami rangkul jadi keluarga, kami beri kebebasan untuk berkreasi, kami orang tua Tut Wuri Handayani, dibelakang mengarahkan, prinsip saya belajar bareng bergandeng tangan untuk bareng-bareng melangkah,” pungkasnya. (*)

Lutfiana Rizky

Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam

UIN Sunan Kalijaga

Credits

Bagikan