Cerita Monita Permata: Pintar Sentuh Ayam Jago, Gaspol di Track Lurus

user
Ary B Prass 14 November 2021, 15:27 WIB
untitled

BANTUL, KRJOGJA.com - Monita Permata Wijaya (23) warga Pedukuhan Sidorejo, Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul menyita perhatian beberapa waktu terakhir. Betapa tidak, perempuan berparas ayu ini punya pekerjaan yang tidak biasa bagi seorang perempuan.

Monita sejak lama berprofesi sebagai pebalap drag race dan sempat menjadi juara umum Women Indonesian Drag Bike tahun 2018 silam. Perempuan cantik ini pun mengakui begitu suka dengan kecepatan saat berada di atas motor ataupun mobil.

Empat tahun silam, Monita memulai beternak ayam jago sendiri, meski kerap bersinggungan dengan ayam jago sejak kecil. Hobi dari eyang buyutnya ternyata mengalir pada dirinya.

“Sebenarnya kalau ayam itu dari buyut, simbah, ayah semuanya suka ayam jago terus kita ternak. Sejak kecil lihatnya ayam terus jadi ya suka. Tapi baru serius breeding 4 tahun jalan 5 tahun ini. Itu dari penetasan sampai ayam usia dewasa, dan yang saya breeding ini khusus ayam jago, ayam petarung,” ungkapnya, Minggu (14/11/2021).

Tak heran memang, perempuan cantik ini kini jadi salah satu breeder yang dikenal luas di kalangan kolektor. Apalagi, ayam jago yang diternakkannya berkualitas tidak main-main.

“Makannya 2 kali pagi sama sore, kalau usia 9 bulan dan kalau sebelum itu (9 bulan) pakai BR (pakan ayam). Kita harus paham betul, karena ayam itu dikasih makan berapapun pasti dimakan. Jadi kita harus takarannya dan itu menyesuaikan kondisi tiap ayam. Untuk menentukan kondisi ayam biasanya melihat kotoran ayam, kalau encer dan ada warna hijaunya berarti kondisi ayam kurang fit dan harus diobati,” ungkap Monita.

Beternak ayam jago petarung ternyata tidak mudah. Apalagi layaknya manusia, ayam juga rentan terhadap pergantiam cuaca.

“Kalau posisi cuaca dan musimnya penyakit ayam yang mati mendadak itu jadi kendala. Jadi ayamnya sekarang posisi sehat tapi 2 jam kemudian mati. Pernah sudah di-DP separuh terus selisih 2 jam mati, tapi ya itu risikonya peternak karena penyakit tidak kelihatan. Beda kalau pakai flu dulu atau meriang dulu kan bisa tahu dan langsung diobati,” lanjutnya.

Cerita Monita Permata: Pintar Sentuh Ayam Jago, Gaspol di Track Lurus

Saat ini, Monita mengaku punya 80 ekor ayam jago yang dirawat dengan omset hingga ratusan juta Rupiah. Pasalnya, satu ekor ayam bisa terjual hingga puluhan juta Rupiah.

“Kalau untuk anakan yang usia 3 bulanan ada yang gopek (Rp 500 ribu) sampai Rp 2 juta. Kalau bahan start dari Rp 2 juta, bahan dari umur 6 bulan. Kalau pejantan bisa sampai puluhan juta. Ya banyak pembelinya kebanyakan dari luar Yogyakarta, luar Jawa, saya kirim sampai Papua, Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera. Untuk jenis ayamnya seperti BK (Bangkok), Khoyngon, Kaitrat terus Mangon,” ungkapnya lagi.

Monita memang cukup tenar di sosial media karena memiliki lebih dari 300 ribu pengikut di Instagram. Namun begitu, ia mengaku tetap ingin berkarya sebagai breeder ayam jago. (Fxh)

Credits

Bagikan