Yenny Wahid Terkenang Wahid Hasyim

user
danar 08 Agustus 2021, 14:10 WIB
untitled

YENNY WAHID membuat suasana berbeda saat vaksinasi massal yang digelar bersama Wahid Foundation, Sebisanya dan PP Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) di Taraman Sinduharjo Ngaglik Sleman, Sabtu (7/8/2021). Saat menunggu giliran, para peserta vaksinasi massal dihibur nyanyian yang disenandungkan langsung oleh putri Presiden keempat Republik Indonesia Abdurrahman Wahid tersebut. Direktur Wahid Foundation ini menyanyikan lagu tentang Pancasila yang liriknya digubah sendiri.

Selain menghibur, lagu tersebut ternyata juga membangkitkan kenangan sosok Wahid Hasyim, seorang ulama konseptor dasar negara RI yang tak lain adalah sang kakek. "Wahid Hasyim merupakan anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang menggodok konstitusi. Ia ditunjuk menjadi panitia 9 bersama tokoh lain diantaranya Bung Karno, Bung Hatta, Yamin, Soepomo, Kasman Singodimedjo dan tokoh lainnya," ungkap Yenny yang juga menjabat Ketua Umum PP FPTI ini.

Panitia 9 kala itu menghasilkan Piagam Jakarta berupa rumusan lima dasar negara. Yenny menyebut, pembahasan akhir konstitusi menghadapi titik krusial menyangkut alinea keempat preambule berkenaan dengan dasar negara. "Semuanya berjiwa besar dan mayoritas menyetujui permintaan yang minoritas untuk menghilangkan 7 kata dari Piagam Jakarta. Itulah yang lalu menjadi dasar negara kita. Tercantum dalam alinea ke-4 Preambule UUD 45 yang disahkan sehari setelah proklamasi, Pancasila dasar kita bernegara dan bertata kehidupan sebagai bangsa," papar Yenny.

Bertepatan dengan bulan Agustus yang merupakan bulan perayaan Kemerdekaan RI, Yenny mengajak untuk merayakannya dengan khidmat dan rasa gembira bersama meski dalam keprihatinan akibat Pandemi Covid-19. "Sekarang saatnya saling menguatkan kembali elemen kemanusiaan kita, elemen solidaritas kita, elemen toleransi, elemen kebersamaan kita sebagai bangsa. Selain pembebasan, elemen-elemen itu adalah pesan dan amanat Kemerdekaan Indonesia. Sebagaimana tercermin dalam proses dan kandungan naskah konstitusi kita yang disahkan sehari setelah proklamasi kemerdekaan. Terutama pada mukaddimahnya," urainya.

Tak hanya lagu tentang Pancasila, Yenny juga menyanyikan tembang tentang Sastra Gending yang diaransemen sendiri. Tembang tersebut berkisah tentang Sultan Agung yang dinyanyikan sebagai penghormatan terhadap Yogyakarta.

Selain vaksinasi massal, pada perhelatan tersebut Yenny juga menggelar gerakan bertajuk “Sebisanya”. Gerakan ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang harus menjalani isolasi mandiri atau isoman. Tiap hari, Yenny mengorganisir dan mengirimkan bantuan 150 paket nasi ke warga yang membutuhkan terutama yang tengah menjalani isoman. (Sal)

Kredit

Bagikan