Jasa Lukis Dinding Tetap Bertahan Saat Pandemi Covid-19

user
danar 25 Februari 2021, 07:30 WIB
untitled

KARYA LUKIS dinding yang dikuasai Solychun warga Kemiri Kalurahan Gadingsari Kapanewon Sanden diawali dari proses belajar secara otodidak. Kini lukis dinding banyak diminati oleh masyarakat. Keunggulan karya ini, masyarakat bisa memilih motif sesuai selera dengan harga terjangkau.

Ditemui di rumahnya, Rabu (24/2/2021), lelaki kelahiran Yogyakarta 3 April 1963 ini membeberkan secara gamblang terkait dengan lukis dinding atau moral yang tengah digelutinya. Siapa sangka jika kemampuan Solychun melukis dinding dengan hasil luar biasa tersebut didapat dari belajar secara otodidak.

"Kira-kira tahun 2019 saya mulai belajar secara mandiri. Waktu itu yang penting bisa dulu melukis dinding dan tidak pernah berfikir soal ekonomi atau menjual jasa lukis dinding," ujarnya.

Seiring berjalannya waktu, lelaki berputra dua terus berlatih mengasah kemampuannya tentang lukis dinding. Setahun berlalu, kini Solychun membuka jasa lukis dinding berbagai motif. "Tidak hanya di Yogyakarta pasarnya, namun saya sudah merambah pasar di Jawa Tengah, Sragen," ujarnya.

Lelaki bercucu empat tersebut bersyukur meski ditengah pandemi Covid-19. Jasa lukis dinding yang kini jadi profesinya tetap eksis. Menurutnya pandemi Covid -19 tidak berpengaruh besar terhadap usahanya. Permintaan pasar datang seperti biasa ketika sebelum covid.

Bahkan, permintaan masyarakat untuk melukiskan rumahnya atau tempat usahanya terus meningkat. Solychun mengungkapkan sebelum terjun di dunia lukis dinding. Pria bersahaja tersebut belasan tahun fokus dibidang advertising. Namun karena pasar diserbu produk digital akhirnya Solychun memilih mundur.

"Saya tidak hanya melukis dinding, tapi juga melukis plafon, pilar, meja hingga kulkas semua saya lakukan dengan manual pakai cat dan kuas," jelasnya.

Sejauh ini konsumen mayoritas lebih banyak melukis dinding motif marmer. Meskipun saya juga bisa melukis pemandangan hingga kayu hingga bunga. "Dari sekian motif lukisan memang paling lama melukis objek pemandangan," ujarnya.

Terkait dengan tarif di seluruh Indonesia hampir sama Rp 200.000 per m2. "Yang punya rumah tinggal bayar Rp 200.000 per m2 nanti bahan sudah saya bawa sendiri," jelasnya.(Roy)

Kredit

Bagikan