Terdampak Covid-19, Ide Produksi Tempat Cuci Injak Kini Diminati Masyarakat

user
danar 28 Juni 2020, 20:30 WIB
untitled

BANTUL, KRJOGJA.com - Pandemi Covid-19 menghempaskan berbagai sektor dunia usaha. Untuk itu, dibutuhkan ide kreatif sekaligus jeli menangkap peluang agar bertahan ditengah iklim usaha yang serba tidak pasti ini. Ide kreatif itupula yang dilakukan oleh Nova Suparmanto pemilik usaha Rumahku Indah (RI) di Dusun Jeblog Desa Tirtonirmolo Kasihan Bantul. Pemuda bersahaja tersebut membuat produk tempat cuci tangan sistem injak.

“Sebelumnya usaha fokus di bidang produk seni dan budaya seperti canting, tapi Covid-19 mengubah semuanya. Di tengah kondisi sulit itu saya punya ide menciptakan produk tempat cuci tangan sistem injak,” ujar Nova, ketika ditemui di rumahnya, baru-baru ini.

Nova mengatakan, ketika pandemi Covid-19 memang berdampak sangat luas. Hampir semua jenis usaha merasakan dampaknya. Oleh karena itu, sejak awal April lalu terus memutar otak bagaimana bisa bertahan ditengah pandemi.

“Setelah produk seni dan budaya tidak mampu bertahan dihantam Covid19, saya terus berusaha memikirkan untuk mencetak produk baru sesuai kebubutuhan masyarakat di tengah pandemi,” ujarnya.

Kemudian muncullah ide membuat tempat cuci tangan sistem injak dan awal Mei mulai produksi. Selanjutnya pertengahan Mei sudah mulai dapat order dari masyarakat. Mulai dari instansi pemerintah, kampus, sekolah hingga perseorangan.

“Tempat cuci tangan sistem injak ini hampir tidak ada sentuhan. Untuk mengeluarkan air cukup diinjak, demikian juga dengan sabun cairnya juga diinjak,” jelasnya.

Idenya tersebut menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19. Karena tanpa adanya sentuhan, cukup diinjak sudah bisa dioperasikan. Nova bersyukur produknya sudah bisa diterima pasar.

“Karena menyambut normal baru, permintaan cukup banyak,” ujarnya.(Roy)

Kredit

Bagikan