Korban PHK, Pemuda di Sleman Ini Kini Kebanjiran Order Kreasi Wastafel Portable

user
danar 16 Juni 2020, 14:30 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com - 15 pemuda warga Dusun Paten Tridadi Sleman menjadi korban PHK akibat pandemi Covid-19. Tempat mereka bekerja mengais rejeki sehari-hari seperti persewaan tenda, restoran, hotel dan jasa sablon tak bisa beroperasi akibat menyebarnya virus jahat Corona.

Sebulan pertama merebaknya Covid di DIY, para pemuda tersebut harus rela melepas pekerjaan sehari-hari dan sempat kebingungan memenuhi kebutuhan hidup. Namun para pemuda tersebut tak patah arang, berusaha kreativitas untuk terus bergerak maju yang ternyata membawa hasil positif.

Para pemuda yang diinisiasi Nurul Amin Iskandar lantas berusaha membuat wastafel portable yang dioperasikan dengan pedal kaki. Wastafel ini cukup menarik karena berusaha menerapkan protokol kesehatan di mana pengguna tak harus memutar keran air dengan tangan yang artinya meminimalisir kemungkinan penyebaran virus.

“Saya melihat tutorial di Youtube, mencermati kok sepertinya bisa membuat wastafel portable dengan pedal kaki ini. Saya lihat banyak teman-teman di kampung yang kena PHK, saya ajak berpikir bersama dan akhirnya produksi. Teman-teman di sini bisa kerja lagi,” ungkapnya Selasa (16/6/2020).

Benar saja, niat baik pasti menemukan jalan karena setelah pertama memproduksi untuk warga sekitar, permintaan terus datang. Sejak dua bulan silam, tak kurang 350 unit wastafel portable pedal kaki sudah berhasil dibuat dan didistribusikan ke berbagai wilayah DIY bahkan hingga Jakarta, Palembang dan Makassar.

“Tiap hari kami produksi 10 sampai 15 wastafel dan total sampai sekarang sudah 350 unit, semuanya alhamdulillah sudah dipesan. Berkah untuk teman-teman yang kemarin tak lagi bisa bekerja, kini punya mata pencaharian lagi,” ungkapnya lagi.

Wastafel portable pedal kaki ini dijual dengan harga Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta dan ternyata mendapat respon positif. Kebanyakan produk para pemuda Tridadi ini digunakan di gedung instansi pemerintahan ruang-ruang publik lainnya seperti pasar dan kampus.

“Ini misalnya UGM sudah pesan 30 unit, instansi pemerintahan juga alhamdulillah. Terpenting bisa membawa manfaat baik untuk kami maupun orang lain agar lebih aman dalam beraktivitas, menjaga kebersihan,” pungkasnya.

Muhammad Maruf, salah satu pemuda yang membuat wastafel tersebut mengaku sangat tertolong dengan pekerjaan baru ini. “Saya dirumahkan kemarin karena Covid. Ya ini bisa kerja, sangat membantu karena bisa dapat penghasilan lagi,” imbuhnya. (Fxh)

Kredit

Bagikan