Tinggalkan Pekerjaan untuk Berwirausaha, Selera Penghobi Durian Terpuaskan

user
danar 12 Juni 2020, 08:10 WIB
untitled

KEPUTUSAN berwirausaha wanita asal Desa Jati, Jaten, Nur Hanifah (35) bukan secara instan. Wanita yang berkarir belasan tahun sebagai penyiar radio dan asisten notaris ini menakar keuntungan berwirausaha tak hanya dari aspek finansial. Namun juga panggilan hati seorang ibu yang bertanggung jawab penuh bagi keluarganya. Berangkat dari hobinya menyantap durian, ia mencoba meramu daging si raja buah itu menjadi minuman berasa nikmat. Awalnya ia hanya membuka pesanan dari teman-teman yang terdaftar di buku telepon ponselnya. Sup buah durian dibikinnya bisa sampai 30 cup per hari. Kemudian diantarnya ke pemesan asal Karanganyar kota di sela kesibukannya mengantar jemput si buah hati.

“Dulu itu, saya bertekad jika anak ketiga sudah lahir, Saya mau full mengurus mereka. Tidak hanya diurus orang lain atau pengasuh. Namun setelah lama-kelamaan di rumah, terpanggil jiwa wirausaha. Awalnya menjadi reseller produk fashion. Tapi sekarang banyak saingannya. Kebetulan saya hobi makan durian. Saya juga paham betul pehobi durian pasti rela bayar ekstra asalkan keinginannya menyantap durian terpenuhi. Makanya, saya memberanikan diri membuat sup buah durian. Dijual ke teman-teman saja yang ada di Karanganyar kota,” katanya kepada KRJOGJA.com, Kamis (11/6/2020).

Sup buah yang dibikinnya istimewa. Ia tidak memakai sedikitpun penguat rasa maupun pengawet. Racikannya murni air dan daging durian. Pemberian es batu juga tergantung selera. Lantaran orderannya lumayan banyak, ia lalu membuka outlet Ais Duren. Tak hanya sup durian yang dijualnya di warung yang terletak di Jl Kapten Mulyadi Jungke Karanganyar ini. Namun juga varian rasa seperti Ais Duren Nata De Coco, Ais Choco, Ais Choco Oreo, Asi Chinno Oreo serta Ais Duren Original dan Double Duren. Varian tersebut dikreasi sesuai selera kaum milenial. Ia memasang harga terjangkau dan cenderung murah bagi mereka yang tahu betul tentang durian. Ais durian per cup hanya Rp 11 ribu. Sedangkan double duren Rp 15 ribu. Untuk ukuran normal, isi cupnya tergolong penuh dengan bobot daging 80 gram.

“Ais Duren original dibuat dari daging durian asli tanpa pemanis dan bahan pengawet. Bagi pehobi durian, ini murah. Saya enggak apa-apain duriannya. Daging buah juga tidak diblender. Rasanya legit dan tersedia di sepanjang musim,” katanya.

Mengenai bahan bakunya, ia menggandeng suplier. Ia memesan daging durian beku secukupnya. Supliernya tahu persis keinginan Nur Hanifah, sehingga mengirim durian beku dengan daging tebal serta berasa manis.

Ia sangat terbantu dengan sistem penjualan online melalui aplikasi jasa kurir. Sup durian di kemasan plastik disarankan segera diminum dalam kondisi suhu ruangan. Minuman tersebut dapat bertahan maksimal sepekan di kulkas namun bisa lebih lama jika disimpan di dalam freezer.

“Di masa pandemi Corona ini, penjualan menurun. Namun saya tidak patah semangat karena penikmat durian tidak pernah beralih. Kami juga buka tanpa terhalang musim. Harga tetap sama dengan kualitas istimewa,” katanya. (Abdul Alim)

Kredit

Bagikan