Leo Mencoba Peruntungan di Level Senior Bulutangkis Nasional

user
danar 12 Mei 2020, 12:40 WIB
untitled

PEBULUTANGKIS ganda putra Junior Indonesia Leo Rolly Carnando atau yang akrab disapa Leo siap mencoba peruntungan di level senior. Ia siap bersaing dengan rekan seniornya di pelatnas Cipayung seperti Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan/Moh Ahsan (yang kedua pasangan ganda putra Indonesia ini merupakan peringkat I dan II dunia), Fajar Alfian/Mohammad Rian Ardianto dan pasangan ganda putra Indonesia lainnya.

Sebelum menapaki level senior, Leo yang berpasangan dengan Daniel Marthin di ganda putra junior tahun 2019 lalu menjadi pemain junior dengan gelar juara terlengkap yaitu juara ganda putra, ganda campuran dan juara di nomor beregu.

Leo yang lahir di Klaten 29 Juli 2001 berhasil merebut gelar Juara Dunia Junior ganda putra tahun 2019 bersama Daniel Marthin. Di tahun yang sama, Leo dan tim Indonesia berhasil meraih gelar juara beregu dan mencetak sejarah dengan membawa pulang Piala Suhandinata. Sebelumnya di tahun 2018, Leo bersama Indah Cahya Sari Jamil menjadi Juara Dunia Junior. Sedangkan di Kejuaraan Dunia Junior tahun 2019, Leo/Indah mendapat medali perak di nomor perorangan.

Leo menjajaki level senior dengan tantangan tersendiri dengan munculnya pandemi Covid-19. Seluruh turnamen terpaksa dibatalkan oleh federasi bulutangkis dunia (BWF). Leo pun harus menung gu lebih lama lagi untuk memulai kiprahnya di level yang lebih tinggi.

Leo bersama Daniel sudah mulai mengikuti turnamen BWF World Tour Super 300 di ajang Spain Masters 2020 dan Thailand Masters 2020. Hingga saat ini semua pemain masih menunggu jadwal turnamen terbaru yang bakal dirilis BWF. Sejauh ini baru turnamen level elit yang diumumkan penyelenggaraannya yaitu final Piala Thomas dan Uber 2020 pada Oktober mendatang.

"Agak bingung juga sih, tapi mau bagaimana lagi. Banyak Turnamen bulutangkis tahun 2020 ini dibatalkan akibat pandemi covid-19.itu kan demi keselamatan kita semua. Kita lihat lagi ke depannya bagaimana, semoga cepat berlalu pandeminya," ungkap Leo , dilansir Badmintonindonesia.org.

"Rencananya sebelum pandemi mau main di level Super 500 di India. Levelnya tinggi tapi banyak top player yang absen, jadi nama kami masuk. Tapi kemudian turnamennya ditunda dan belum ada informasi lagi," ungkap Leo.

Selama di pelatnas Leo banyak memetik pengalaman dari para seniornya yang kini merajai dua peringkat dunia tertinggi ganda putra yaitu Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

"Di pelatnas kan sering latihan sama mas Kevin, koh Sinyo (Marcus), koh S (Hendra) dan bang Ahsan. Latihannya sama top player semua. Pemain dari negara lain saja banyak yang mau latihan ke Indonesia karena sparring-nya bagus-bagus, jadi saya merasa beruntung," sebut Leo.

"Selama nggak tanding, saya masih latihan bareng sama mereka, jadi feel bermainnya nggak hilang. Walau pun sekarang latihannya belum bisa normal, tapi saya coba banyak belajar dari para senior. Ya, momen karantina tertutup di pelatnas ini juga saya manfaatkan untuk menjalankan ibadah puasa. Saya bertekad untuk puasa penuh pada bulan Ramadan kali ini,” pungkas Leo.(Rar)

Kredit

Bagikan