Penuh Rasa Syukur, Ini Kisah Penyintas Covid-19 Pertama di Klaten

user
danar 20 April 2020, 07:10 WIB
untitled

TRIYONO (48) warga RW 10 Dukuh Kalikuning, Desa Jomboran, Klaten Tengah, tak henti-hentinya mengucap syukur pada Tuhan, karena dinyatakan sembuh dari Covid 19.

Dia adalah pasien pertama yang dinyatakan positif Covid 19 di Klaten. Kemudian selama 25 hari menghuni ruang isolasi Rumah Sakit Daerah (RSD) Bagas Waras Klaten, berjuang melawan virus mematikan tersebut.

Masa 25 hari dirawat di ruang isolasi menjadi pengalaman yang semakin menyadarkan Triyono akan arti sebuah kehidupan dan kebesaran Tuhan.

Menurut Triyono, doa dan dukungan keluarga serta warga di tempat tinggalnya, menjadi salah satu kunci kesembuhannya. Selain itu juga dengan disiplin ketat mematuhi anjuran dokter.

Selama Triyono dirawat di RSD Bagas Waras, keluarga, kerabat dan warga RW 10 Dukuh Kalikuning, Desa Jomboran, Klaten Tengah terus memberikan dukungan agar Triyono kuat melawan virus ganas tersebut.

"Dukungan dari kerabat dekat, saudara yang selalu mendoakan. Terutama warga RW 10 Dukuh Kalikuning yang sepenuh hati, ikhlas dan tanpa pamrih mendoakan saya setiap hari. Memberikan dukungan dan menguatkan lewat pesan whatsapp, SMS, dan telepon," kata Triyono , saat akan meninggalkan RSD Bagas Waras (Kamis, 16/04/2020).

Pernyataan tersebut sekaligus menepis isu, bahwa keluarganya dikucilkan oleh warga setempat.

Sebagai muslim, ia selalu berdoa dan yakin bahwa Allah Subhanahu Wa Atta alla akan mengabulkan permohonanya untuk sembuh. Disiplin ketat selama perawatan, serta kesabaran dan keihlasan tim medis memberinya kekuatan untuk terus berjuang menakhlukkan Cpvid 19.

Untuk itu, ia mengucapkan terimakasih kepada tenaga medis RSD Bagas Waras Klaten yang telah merawatnya penuh kesabaran. "Puji syukur, alhamdulillah saya ucapkan kehadirat Allah Subhanahu Wa Atta alla yang telah menganugerahkan kesembuhan dalam menjalani sakit yang disebabkan Covid-19. Terimakasih pada Tm Medis RSD Bagas waras yang tleah merawat saya dengan sabar dan ikhlas, sehingga saya sembuh dan boleh pulang ke rumah," tambah Triyono.(Sit)

Kredit

Bagikan