Cerita Brand Clothing di Jogja, Stop Produksi Komersial Demi Buat APD

user
danar 02 April 2020, 17:10 WIB
untitled

SEMANGAT gotong royong warga masyarakat DIY kembali terlihat di masa tanggap darurat Virus Corona Covid-19 ini. Salah satu brand clothing Jogja yakni Starcross rela menghentikan produksi komersial dan mengalihkan untuk membuat Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan, garda depan penanganan kasus Corona.

Tebonk, pemilik brand clothing tersebut mengungkap saat ini mereka sudah memproduksi 100 APD untuk minggu pertama dan akan terus bergerak hingga mencapai target 500 APD. Semua produksi komersial benar-benar distop dan seluruh pekerja difokuskan untuk membuat APD bagi tenaga kesehatan.

“Ini murni kepedulian kami karena masih banyak tenaga kesehatan yang kurang APD, padahal itu sangat penting untuk mereka. Tenaga kesehatan berada di bawah, bertemu langsung dengan pasien dan ini harus benar-benar terlindungi dulu,” ungkapnya ketika dihubungi KRjogja.com, Kamis (2/4/2020).

APD yang diproduksi Tebonk dan kawan-kawan pun memiliki standar kesehatan dari bahan hingga cara pembuatannya. “Kami konsultasi dengan dokter, bahannya disesuaikan dan sesuai standar. Kami punya sourcenya, apa yang kami bisa coba diwujudkan untuk membantu,” sambung dia.

Untuk memproduksi satu APD, Starcross mengeluarkan pundi-pundi pribadi Rp 70 ribu. Ia menargetkan akan memproduksi 500 pieces yang seluruhnya diberikan gratis pada tenaga kesehatan.

Tebonk pun mengajak semua yang memiliki sumber daya untuk bergerak membantu bersama. “Kalau bersama-sama kita bisa produksi lebih banyak lagi dan memberikan rasa aman bagi tenaga medis di lapangan. Kalau bisa barengan semua, gotong royong guyub melawan musibah ini,” imbuh dia.

APD yang diproduksi tersebut mulai didistribusikan ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang membutuhkan di area Yogyakarta dan sekitarnya. “Kami distribusikan ke wilayah DIY dan sekitarnya teeutama yang masih kesulitan mendapatkan APD. Kami sama-sama berharap pandemi Corona ini segera berakhir,” pungkas dia. (Fxh)

Kredit

Bagikan