Bagong Soebardjo, Kisah Mitra Driver Gojek DIY 001

user
agung 05 Agustus 2019, 09:00 WIB
untitled

BAGONG SOEBARDJO (64) mengakui, titik balik hidupnya saat menjadi mitra driver Gojek 5 tahun lalu. Di usianya yang sudah beranjak tua, ia harus menghidupi istri dan empat anaknya. Anak tertuanya barus aja masuk SMP waktu itu.

Sebelum bermitra dengan Gojek, Bagong hanya  menyandarkan pendapatannya dengan mendongeng menggunakan wayang kulit. Hal ini sudah dilakoninya selama lebih kurang 40 tahun.

“Berkat Gojek saya bisa nyekolahin anak. Anak saya juara 1 OSN DIY dan dikirim di Padang, Sumatera Barat," kenang Bagong sambil mengusap air mata saat ditemui KRjogja.com dalam Festival Apresiasi Mitra Driver Gojek yang berlangsung di Jogja Expo Center, Sabtu (3/8/2019).

Kehadiran pria 64 tahun di acara ini untuk menerima apresiasi khusus dari Gojek sebagai mitra driver yang loyal, inspiratif dan telah menjadi bagian dari perjalanan evolusi Gojek khususnya di Yogyakarta. Bagong Soebardjo  dikenal dengan driver Gojek 001 wilayah DIY.

Perjalanan Bagong menjadi mitra driver Gojek bermula saat ia bertemu dengan seorang calon karyawan Gojek yang tengah menjalani masa trainiang bernama Andreas.

“Cuma denger sepintas mau ke Jogja. Terus saya bilang ke mas Andre, saya daftar ya mas tapi saya udah 59 (tahun-red) gimana ? Coba aja pak, persyaratannya di masukin, kata mas Andre. Artinya saya yang memberi tahu pertama kali itu mas Andre dan denger-denger yang daftar banyak dan saya bukan karena apa-apa, saya bisa terdaftar nomor 1,” ungkap Bagong.

Ia juga bercerita pernah mengalami kecelakaan (terserempet) saat hendak menjemput customer. “HP saya jatuh dan mungkin nggak tahu dari customer saya melaporkan ke kantor Gojek Jogja. Kebaikan pak Rayi (saat ini menjabat sebagai District Head DI Yogyakarta), saya di belikan HP yang sekarang ini, karena sejarahnya HP yang zaman dulu itu sudah saya pakai 3 tahun rusak,” tutur Bagong.

Pria kelahiran Sleman ini mengungkapkan kalau handphone yang terlindas truk itu mempunyai kenangan mendalam karena merupakan pemberian sang anak.

Baca Juga : 

Kusnandar, Driver Gojek yang Selalu Bawa Selang untuk Tolong Orang

Bagong Soebardjo, Kisah Mitra Driver Gojek DIY 001

Bagong Soebardjo

Kembangkan Komunitas Dongeng Nusantara

Berawal dari mitra driver, Bagong Soebardjo mengembangkan diri punya mimpi untuk bisa mengembangkan Komunitas Dongeng Nusantara yang telah ia rintis. Di usianya yang sudah tak muda lagi, Bagong masih tetap memedulikan anak-anak Indonesia. Lewat media dongeng, ayah 4 anak ini mengajarkan anak-anak tentang kepedulian dan sopan santun.

“Saya memang peduli anak, saya selalu mendongeng dan mengajari anak-anak dengan wayang dengan ketrampilan-ketrampilan. Saya mendalang belajar sendiri,” kata Bagong.

Selain komunitas dongeng yang ia kembangkan, Bagong juga membuka warung makan mie ayam bakso berkat hasil jerih payahnya menggeluti ojek online dan sekarang juga bermitra dengan Go-Food.

“Saya dari narik ojek dapat uang saya sisihkan untuk mengembangkan sanggar. Kalo masih kuat ya harus berbuat lah, jangan mimpi aja tanpa berbuat. Nonsen, nggak bakal ada hasilnya. Kalo mau metik hasil itu, juga buah dari sendiri. Disamping gojek, nyupport banyak,” tutur Bagong.

Bagong juga menyampaikan kalau orang jawa bilang kudu eling purwa madya wasana. Saat mengingat kata itu, Bagong selalu menitikkan air mata sebab purwa nya dari Gojek, bukan dari yang lain. Saya bisa sekarang punya rumah makan, bisa punya kontrakan yang gedhe (besar-red), bisa untuk sanggar, dan itu akan menghasilkan keuntungan.

Mitra Gojek 001 DIY ini berharap Gojek terus berinovasi dengan hal-hal yang baru, terutama bisa menyentuh pendidikan, karena menurutnya pendidikan itu sangat penting khususnya bagi anak-anak Indonesia sebab Gojek sudah mengajarkan kejujuran. (Nur Andini Dwi L/ Magang KR)

Kredit

Bagikan