Udana Maajid Pratista Berprestasi Hingga Mancanegara dalam Keterbatasan

user
Ary B Prass 26 Juli 2022, 13:07 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com - Kekurangan karena disabilitas tuna rungu tak menghambat sesorang untuk berprestasi. Udana Maajid Pratista, siswa SMP Muhammadiyah Depok Sleman telah membuktikannya.

Siswa usia 16 tahun asal Dusun Bedogan Gondangwangi Sawangan Kabupaten Magelang ini, mengawali jenjang pendidikan di TKLB B dan SDLB B Karnnamanohara Yogyakarta, Udana telah menorehkan berbagai prestasi baik nasional maupun internasional.

Ia mengalami gangguan pendengaran sejak kecil. Namun, semangat belajarnya tak pernah surut. Disertai bakat terpendam yang kemudian terwujud karena usaha kerasnya.

Prestasinya pun tak main-main. Udana pernah menjadi Delegasi Pertama Indonesia dalam ajang World Federations Deaf Youth Sections (WFDYS) Children Camp di Buenos Aires Argentina pada 2018.

Sebelumnya deretan gelar juga telah disandangnya. Diantaranya juara 1 Lomba Mewarnai tingkat SLB Sekolah Inklusi Diffable Fair 2016.

Di jalur akting dan seni pernah pentas teater bersama DAC Yogyakarta "Mencari Jatayu" pada 2016 serta pentas bersama Rumah Pantomim Yogyakarta dalam Pekan Seni Art for Children pada 2017. Pernah pula kolaborasi pentas inklusi bersama NINCHA Psikologi UGM berjudul "Bhumi" pada 2017.

Selama masa pandemi Covid-19, kegiatan juga tak pernah berhenti. Hingga ia pun menyabet Juara 1 Festival Talenta Tuli Indonesia 2021 kategori Komik. Dan pada tahun ini

Udana Pentas dan Pameran Inklusi bersama Komikus dan Pantomim berjudul "Kupu-kupu

Penantian."

Udana, dengan didampingi Agung Prastyana, sang ayah menuturkan, dirinya ingin mengajak adik-adik tunarungu untuk belajar Bahasa Indonesia dengan cara menyenangkan yaitu sambil menggambar.

"Pengalaman saya waktu di SLB, saat itu guru setiap hari meminta untuk bercerita melalui tulisan," ungkapnya, belum lama ini. "Selain itu kedua orangtua juga mengajarinya membaca buku dan komik yang membuatnya berpikir kalau belajar sangat menyenangkan asal tahu metodenya," sebut Udana. Karena itulah ia ingin mengajak adik-adik tuli memperkaya kosakata bahasa Indonesia melalui gambar.

Ia memiliki motto hidup setiap manusia pasti punya kekurangan namun di balik kekurangan ada kekuatan yang tidak terduga.

Hal itulah yang membuatnya terus semangat hingga prestasi sislih berganti menghampiri. "Kita bisa bertahan hidup karena kerjasama, jika tidak maka hidup ini akan berakhir," pungkas Udana. (Sal)

Credits

Bagikan