Dalang Ki Anom Sucondro, 'Ngeli Ning Ora Keli'

user
Danar W 22 September 2022, 13:50 WIB
untitled

Krjogja.com - BAGI dalang Ki Anom Sucondro (48), menyikapi dunia wayang ibaratnya ngeli ning ora keli, mengikuti perkembangan zaman namun tetap mengacu dan berpegang pada pakem pakeliran Yogyakarta. Ki Anom Sucondro menggeluti jagat pakeliran secara otodidak karena mempunyai darah seni dari kakek dan ayahnya yang merupakan keluarga seniman pedalangan.

Dalang Ki Anom Sucondro sejak kecil tertarik belajar wayang kulit dan karawitan yang kemudian diperdalam sinau pedhalangan di Habirandha Kraton Yogyakarta.

"Saya belajar kepada pamong Habirandha Ki Cipto Sangsongko, Ki Basirun dan Ki Basuki. Selain itu juga srawung belajar kepada dalang senior DIY dan Jawa Tengah," papar Ki Anom Sucondro yang dua periode menjabat Lurah Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo.

Dalang Ki Anom Sucondro akan tampil mendalang dengan lakon 'Pandhawa Bangkit' dalam wayangan rangkaian HUT ke-77 SKH Kedaulatan Rakyat. Pentas wayang tersebut akan digelar di Halaman Percetakan PT BP Kedaulatan Rakyat di Jalan Solo Km 11, Kalitirto, Berbah, Sleman, Sabtu (24/9/2022) malam mulai pukul 20.00, gratis dan terbuka untuk umum.

Ki Anom Sucondro mengungkapkan, selama menggeluti profesi menjadi dalang, tampil mendalang untuk acara di KR sudah empat kali wayangan. Pentas wayang kulit dua kali di halaman Kantor SKH KR, dan dua kali di halaman Percetakan KR. "Termasuk untuk pementasan wayangan HUT ke-77 KR ini untuk yang kelima kalinya, dengan menggelar lakon 'Pandhawa Bangkit'," imbuh Ki Anom Sucondro yang tinggal bersama istrinya, Yuliati dan anaknya Aghni Larasati, di Beteng, Jatimulyo, Girimulyo, Kulonprogo.

Ki Anom Sucondro memaparkan, selain menggeluti profesi dalang dan Lurah Girimulyo, ia juga aktif di organisasi kesenian Persatuan Dalang Indonesia (Pepadi) Kabupaten Kulonprogo, dan pernah juga di Pepadi DIY. "Selain itu, aktif dalam Paguyuban Pranatacara Kulonprogo serta Pembina 69 Kelompok Adat Seni Budaya di wilayah Kalurahan Girimulyo," ungkapnya.

Mengenai perkembangan atau regenerasi dalang di DIY, Ki Anom Sucondro menilai, secara umum baik kuantitas maupun kualitas telah bermunculan generasi dalang-dalang muda di DIY. Bahkan yang menggembirakan masing-masing dalang di DIY dalam pergelarannya mempunyai kekuatan nilai dan karakter yang beragam.

"Untuk regenerasi dalang di DIY mulai dari dalang anak, remaja dan dewasa, mendapat dukungan fasilitasi dari Pemkab dan Pemda DIY baik pentas maupun festival dalang anak dan remaja," ujar Ki Anom Sucondro. (Cil)

Credits

Bagikan