ANTOLOGI  ‘CELOTEH JEDINK’ : Prosa Lirik Bahasa Lugas Makna Jelas

Jedink mengatakan, tulisan-tulisan dalam antologi ‘Celoteh Jedink’ ini, merupakan ungkapan ekspresi yang bercerita pengalaman pribadi dan bacaan dalam kehidupan sosial di masyarakat  dituangkan dalam bentuk prosa lirik dengan bahasa sederhana dan makna lebih mudah dicerna oleh pembaca. Pilihan kata ‘Celoteh Jedink’ karena tidak mempunyai beban puisi bagian dari karya sastra, namun maknanya gampang dimengerti.

Tulisan-tulisan ini, celengan karya pengalaman pribadi Jedink, pada masa usia remaja saat kuliah di Akademi Seni Drama dan Film (Asdrafi) Sompilan Ngasem 12 Yogya tahun 1986, dan kuliah di ISI Yogyakarta Jurusan Tari tahun 1987-1989 hingga sekarang berhasil menjadi seorang pengusaha. Hanya saja, beragam pengalaman hidup ditulis dalam bentuk prosa lirik sejak tahun 2018-2021.

Termasuk, puisi prosa lirik Sosrowijayan itu, ungkapan pengalaman pribadi ketika masih umur remaja sering bermain ke Sosrowijayan. Peluncuran antologi prosa lirik ini, digelar di Balai RW 3 Sosrowijayan Kulon (Pasar Kembang) Yogyakarta, Minggu (9/5) malam, karena ada karya pengalaman pribadi yang berkait dengan kehidupan malam di Sarkem.

“Ini bentuk kepedulian menyapa penghuni di Sarkem. Momentum peluncuran buku di Sarkem malam itu, sejumlah seniman Yogya, ikut berpartisipasi  membaca puisi. Antara lain, diantaranya, Ojing J Raharjo, Nano Asmorodono, Doni Haryo, Nindito dan seniman lainnya. Juga sastrawan dan budayawan Indra Tranggono yang memberi pengantar  tampil menjadi nara sumber menyampaikan seputar antologi Celoteh Jedink. Rencana Nindito, alumni Asdrafi, kini mempunyai komunitas seni di Muntilan, akan mengadakan pembacaan puisi prosa lirik dalam antilogi Celoteh Jedink, Rabu (19/5) malam,” ujar Jedink, Minggu (15/5) sore di pendapa Asdrafi Sompilan 12 Yogya.

BERITA REKOMENDASI