Maria Widy Aryani, Dokumentasikan Puisi dan Penampilan ke Youtube

Editor: Ary B Prass

NAMANYA  Maria Widy Aryani (57) sering mendapat kepercayaan untuk membaca puisi dan cerpen dalam berbagai acara, termasuk ketika ada peluncuran buku sastra. Itu tidak lepas dari prestasi di kala remaja pernah beberapa kali juara baca puisi dan pernah mendapat Penghargaan Seni dan Sastra dari Gubernur DIY di tahun 1983. Juga pernah menjadi juara I lomba baca cerpen yang diselenggarakan oleh Universitas Sanata Dharma.

“Saya suka baca puisi dan main teater sejak kelas 5 SD. Kebetulan juga saya bertetangga dengan pengarang Ragil Suwarno Pragolapati di kampung Suryoputran, yang bersama Basuki Saputra mendirikan Sanggar Surya Putra,” kata Widy Aryani, Kamis (1/7/2021).

Widy sering main di sanggar itu belajar deklamasi, membaca dan menulis puisi. Dalam lomba sering menjadi juara pertama. Kemudian di tahun 1983 mendapat Penghargaan Seni dan Sastra Pelajar dari Gubernur DIY karena sering menjadi juara pertama baca puisi. Berlanjut sering mengisi acara pembacaan puisi anara lain di Asdrafi, Seni Sono, Karta Pustaka, Purna Budaya, TVRI, dan RRI. Orang mulai mengenal Widy Aryani.

Pernah tinggal di Papua dan menjadi guru di sana. Setelah pensiun dan kembali menetap di Yogya, ternyata masih banyak yang mengenalnya. Maka sering diminta membaca puisi diantaranya di Tembi, Benteng Vredeburg, Titik Nol, Monumen Satu Maret, Tugu, Karta Pustaka, dan lain-lain.

Tentang membaca cerpen awalnya ikut lomba di IKIP Sanata Dharma menjadi juara 1. Waktu itu membaca ‘Seribu Kunang-kunang di Manhattan’ karya Umar Kayam. Dari sejak itu semakin senang membaca cerpen. Apalagi sering berkumpul dengan para sastrawan, dari membaca akhirnya ketularan menulis juga.

BERITA REKOMENDASI